Benang Takdir 2

1526 Words

Bintang, Kau, cintaku. *** Setelah usia Khumaira genap tiga tahun, gadis kecil tersebut sering menangis dan merajuk apabila Bintang pergi bekerja tanpa membangunkannya. Pernah pula suatu kali Khumaira bangun sendiri dan menangis sepanjang menuruni tangga mencari Abatinya, ketika itu Ifa dan Bintang sedang sarapan dengan Nyonya Rani. Sejak saat itu Rina atau Killa harus berjaga di kamar mereka selagi Tuan dan Nyonya mereka sarapan. Sejak itu pula hingga kini, setiap pagi setelah selesai mandi dan berganti pakaian Bintang akan membangunkan Khumaira. “Saleha, bangun. Sudah siang. Mataharinya sudah keluar.” Khumaira biasanya akan merenggangkan tubuh sambil menguap lebar. “Khumaira mengantuk, Abati.” “Abati memenuhi janji,” balas Bintang senang mengganggu tidur putrinya. “Abati...” “H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD