Bintang, Beri aku cahayamu. *** Biasanya Khumaira akan berlarian tanpa busana, dikejar dan ditangkap Killa serta Rina. Biasanya itu rutinitas mereka kala selesai memandikan Khumaira, setelah tangis panjang di kamar mandi. Bersama Bintang, gadis itu tenang, patuh menggosok kakinya di keset kamar mandi sambil berhitung satu sampai dua puluh selagi Bintang mengeringkan rambut dan tubuhnya. Bagaimana bisa Ifa melewati momen menghangatkan hatinya seperti ini? “Abati...” “Hm?” “Mengapa ikan bau padahal ikan selalu mandi?” Ifa tergelak spontan. Pertanyaan Khumaira ajaib semua. Ia perlu bersyukur atas sabarnya Bintang Abimayu itu. Bintang tersenyum kepada istrinya lalu kepada putrinya. “Karena bagi ikan itu wanginya.” Khumaira menampilkan wajah bingung. Bintang meletakkan Khumaira berdiri

