Bintang, Sekali lagi, terima kasih, Kekasih. *** Terengah keduanya berdampingan dengan tertutup selimut berbatas ketiak. Bintang tersenyum, Ifa juga membalas ulasan indah bibir suaminya itu. “Bagaimana menitipkan Khumaira tanpa diketahui siapa-siapa kalau kita perlu begini lagi?” Ifa berhasil tertawa. Singkat saja, sebelum Khumaira bangun dan sadar tindakan ayah ibunya. “Aku bersemangat sekali,” tambah Bintang terus terang. Ifa meletakkan kepalanya di d**a sang suami. Ia bersyukur sekali pria ini mau memperlakukannya dengan teramat lembut, penuh kasih. Awalnya trauma itu masih mengganggu, tapi lama setelah itu Ifa ikut menikmati. “Terima kasih, atas segalanya.” “Sama-sama.” Bintang mengecup kepala Ifa. “Aku sudah mulai menyiapkan banyak hal tentang yayasan yang kukatakan tadi. Apa

