Bintang, Jatuh cinta, rasanya sangat menakjubkan. *** Ifa tergugu sendirian disuguhkan senyuman manis Bintang Abimayu yang tertuju pada Alan. Dia tersenyum dengan cara yang sama, tulus dari mata seolah bersumber dari hatinya. Namun, Ifa yakin sebab ia tak mengenali pria ini karena Bintang yang pertama dan kedua Ifa temui adalah orang berbeda. Rasanya memang berbeda. Berbeda pada usia. Berbeda suasana. Pertemuan mereka yang asing waktunya, dan Ifa yang berbeda pula. "Mengapa kau memilih layangan?" "Saya suka hal yang menandakan kebebasan." Bintang mengangguk. "Anda pernah mengalami seperti tadi?" "Ya, rasanya mirip sekali. Gadis itu cantik, meski tanpa senyuman." Bintang mengangkat cangkir plastik kecil berisi teh angan. "Aku suka pesta ini daripada pesta bulanan Abinaya." Ifa tak

