Bintang, Kau menyakitiku. Semakin cinta, semakin sakit rasanya. *** Ifa memandangi hadiah yang pernah Bintang bawa sebagai buah tangan kepergiannya dulu. Indah, seperti itu gambaran hati Ifa saat ini. Berbulan-bulan sejak mengetahui sosok pria yang jadi suaminya adalah pria itu, rasanya begitu indah dan suci. Ifa jadi terbawa perasaan hangat yang sulit dijelaskan kalimat. Pernah suatu kali dulu, Bintang mengatakan Ifa sebagai sesuatu yang diciptakan hanya untuknya. Benar begitu. Ifa yakin hal itu benar adanya. Latifa Bakrie seolah keluar dari rumah Nyonya Naraya hanya untuk dipadukan dengan Bintang Abimayu. Pria sempurna itu seumpama hanya milik Ifa semata. Hangat ranjang mereka tanpa khawatir kehamilan. Damai pelukan suaminya yang siap saat Ifa ingin bermanja. Kehidupannya indah sekali

