Rayu - Manja - Rindu

1715 Words

Ayah, Di sini tempatku. *** Ifa yakin. Ada sesuatu yang tiba-tiba mendesak untuk diselesaikan. Pergerakan Bintang yang menghindar dari pembicaraan mereka menandakan sesuatu. “Anda marah lagi, Tuan?” ulang Ifa pelan, hati-hati. Bintang tak berbalik saat menjawab, “Tidak. Aku tidak marah. Aku belum pernah marah kepadamu, Ifa.” Nada suara yang Bintang pakai sudah menjelaskan perbedaannya. Sikap dan ekspresi wajahnya sebelum berbalik juga satu tanda lainnya. Ditambah pula, selalu, sebelumnya Bintang berbicara menghadap lawan bincangnya, bukan menghindar seperti sekarang. “Tetapi Anda tidak pernah memutuskan pembicaraan di tengah jalan sebelumnya.” Bintang diam. Ifa berhasil mendeteksi emosinya. “Sejujurnya, aku tidak suka kau percaya pada orang lain tapi tidak kepadaku. Sekalipun oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD