Ayah, Aku belum jatuh cinta padanya. *** Keduanya duduk tegak, cukup berjarak sambil menatap danau yang menggenang tenang. "Setelah mendapatkan semua ini, apa yang kau inginkan?" tanya Bintang setelah mereka diam dengan pikiran masing-masing. "Tidak ada." Bintang menoleh pada teman duduknya, heran sekaligus takjub. "Kau lebih sederhana daripada kata 'sederhana'." Ifa mengerjap. "Maksud Anda?" Bintang menggidikkan bahu sesaat. Tak ada penjelasan lanjut. Ia lalu menengadah wajah ke langit. "Akan seperti apa malam terlihat dari tempat ini?" "Kita akan mengetahuinya sesaat lagi." "Apa rencanamu untuk makan malam kita?" Ifa tersadar. "Ya Tuhan!" "Perutmu tak merindukan makanan?" tanya Bintang geli. "Saya akan melihat apa yang bisa dimakan dalam lemari es." Bintang membiarkan Ifa

