Ayah, Butuhkah kami cinta itu? *** Mereka baru saja sampai di pintu kamar saat tiba-tiba wajah Ifa memucat dan tawanya terhenti. "Ada apa, Ifa?" "Apa saya meminum sesuatu lagi, seperti obat?" tanya Ifa mengerjap cepat. "Maksudmu?" "Sesuatu bergulir resah dalam diri saya, Tuan!" jelasnya benar-benar seperti cacing kepanasan. Bintang yakin itu artinya Ifa tergoda olehnya. Mungkin Ifa tipe wanita yang terbangkitkan oleh kata-kata. Bintang tersenyum simpul selagi membawa langkah ke tempat tidur. "Ifa...!" "Y-ya?" "Kemari." Ifa mendekat, berdiri di depan Bintang yang duduk di tepian ranjang. Bintang lalu menyentuh Ifa sesuka hatinya. Dengan mata Ifa yang terbuka lebar, dengan bagian atas gaunnya yang terbuka. Baru kali ini Bintang memikirkan, mengatakan dan melihat hal-hal kotor yang

