Ayah, Selain cinta, kau lupa mengajariku cara melampiaskan amarah. *** Langit yang sejak pagi ditutupi awan-awan menggantung rendah kini menurunkan butiran-butiran halus di udara, kemudian semakin deras membasahi bumi. Bunyi hujan yang menetes di atap dan jendela menciptakan irama yang sama, seolah-olah alam bersatu dengan air mata Ifa yang mengalir. Bintang tertegun menemukan sosok anggun istrinya yang tak tampak murka, tetapi jelas dia terluka. Ifa tidak menampilkan mata menyala seperti kemurkaan, matanya sendu dan basah. Ifa juga tidak memasang wajah dengan rahang keras, malah senyum tipis membayang dari sudut bibirnya saat dia mengeluarkan kata-kata. Jika ini kemarahan Ifa, maka dia marah dengan cara yang elegan sekali. Hanifa tidak pernah begitu cantik ketika marah, tetapi Ifa b

