Anda marah, Tuan? 2

1102 Words

Setelah Ifa mengambilkan keranjang pakaian dari kamar mandi, Hita memasukkan gaun basahnya di sana lalu mereka meninggalkan keranjang itu di depan pintu kamar. “Aku berterima kasih yang sangat banyak kepadamu, Ifa.” Ifa mengangguk lalu menuntunnya kembali ke aula pesta. "Kau cantik sekali." "Terima kasih." "Kudengar, kebiasaan wanita adalah memuji kembali ketika mendapatkan pujian. Kau tidak melakukannya, jelas kau memang berbeda." "Ya." "Aku mendengar banyak hal dari dokter, teman Ibuku, tentang bagaimana berinteraksi dengan normal. Kau pernah berkonsultasi juga?" Ifa menggeleng. "Bagaimana rasanya menikah? Bagaimana rasanya hamil?" tanya Hita antusias. "Tidak menyenangkan." Hita berkernyit dahi, "Pernikahan atau hamil?" "Dua-duanya." Hita menahan lengan Ifa. Mereka berhen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD