Ayah, Jaga hatiku. *** Bintang melepas ponsel lalu meraih kembali sendok garpunya. “Kau tahu, kau tersenyum,” sapa suara wanita di seberang meja, teman makan malamnya. Bintang tak menafi kalau perasaannya memang tiba-tiba saja berubah cerah setelah mendengar suara istrinya. Cuaca Ifa, suasana hatinya. Ia sempat berpikir Ifa tak menganggapnya ada kalau wanita itu tidak menghubunginya lebih dulu. Cukup menyenangkan, dugaannya ternyata salah. “Dia pasti ‘Sumber Energi’ itu,” ujarnya lagi, menampilkan wajah yang jelas sangat tidak suka. Bintang mengangguk. “Putri kami mengganggu tidurnya lagi.” “Dia semanja itu? Menghubungimu untuk merengek?” Wanita di depan Bintang menampilkan senyum sinis, serta raut meremehkan. “Sulit menemukan yang mana Latifa Bakrie itu. Tapi aku berhasil tahu k

