Ayah, Aku salah. Bukan Tuan Abimayu. *** Tangis nyonya Rani membasahi wajahnya. Semua dosa yang telah beliau lakukan dulu dibongkarnya kembali saat ini. Di depan Ifa, korban yang tak sadar sama sekali berada posisi itu. “Aku yang memaksanya mendatangi rumah kalian ketika Bintang mengajar. Aku mengujinya. Aku tidak peduli dia akan merusakmu atau Abinaya, aku hanya mementingkan diriku sendiri. Tapi dia ...” Nyonya Rani menyembunyikan wajah basahnya dengan tangan. “Dosaku sangat banyak, Ifa.” Ifa ingin mencaci, membenci mertuanya, tetapi ia malah menaruh simpati atas penyesalan Nyonya Rani. Kagum, ia sangat teramat kagum dengan Tuan Abimayu itu. Syukurnya tak terkira atas pengendalian diri beliau yang tak merusak Ifa meski banyak kesempatan yang didapatnya. “Kau tidak bisa lari dari ta

