Istimewa 2

1174 Words

Ayah, Bisakah seorang mati berkali-kali? Kulihat kau hanya mati sekali. Ini kali ke sekiannya putrimu mati, lagi. Ifa tak menyangkal. Sejak kembali ke Kastil ini Ifa hanya melepas Bintang mengurus sendiri keperluannya. Juga perpisahan di kamar mereka bukan di depan pintu utama. Dulunya karena kehamilan Ifa yang rentan. Akhir-akhir ini karena mereka tak ingin membangunkan Khumaira. Ifa rasa Bintang Abimayu belajar menggoda selagi berjarak raga mereka, mungkin dari teman baru yang tak diceritakan itu. “Saya harus menyusui Khumaira.” Bintang mencium pipi Ifa yang tengah menggendong putrinya. “Aku rindu.” Ifa menghindar. Takut suaminya meminta hal yang tak sanggup ia penuhi. “Kotak itu pajangan saja?” “Ya. Bisa dilepas dari sampulnya. Melihatnya dalam posisi berdiri tanpa sampul lebih se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD