Ayah, Setelah ini, apalagi? *** Bintang melepaskan Ifa dan menuju kamar ayahnya. Ada satu keyakinan yang Bintang temukan, semuanya baik-baik saja. Ia pun membawa langkah dengan perasaan yang baik untuk memulai percakapan dengan ayahnya. “Abah...” panggilnya ketika membuka pintu. “Masuklah.” Bintang menemukan kursi yang berjarak semula, tepat seperti ketika ia meletakkannya. Senyum simpul menghiasi bibirnya atas kepatuhan Ifa, istrinya. “Kau bisa duduk di sana,” ujar Abimayu melihat rona senang putranya. Bintang duduk, sedikit membawa kursi tersebut lebih dekat ke pembaringan. “Apa yang ingin Abah bicarakan denganku?” “Kau akan dipanggil Abah juga, sebentar lagi.” “Abati.” Abimayu memainkan jarinya, bertaut di atas selimut yang menutupi perut. “Hanifa, kau pikir dia akan senang

