Ayah, Sebenarnya aku kenapa? *** Bintang menelaah Latifa Bakrie. Ia tertegun. Pernah Ifa mengatakan tentang kepribadiannya yang selalu memikirkan sesuatu sebelum berbicara. Jadi, apa tujuan istrinya bertanya kabar Hanifa? “Kau akan mengulangi pertanyaan itu?” tanya Bintang tak senang. Ifa menunduk. Kebodohannya tak perlu ditampakkan. Ini gara-gara ulah doktrin Nyonya Naraya, katanya Bintang akan memiliki wanita lain jika Ifa tak mau mengandung pewaris lagi. Kemudian Ifa ingat begitu saja tentang gadis yang masih bersemayam di hati suaminya. “Kau memang tak tersakiti olehnya,” tambah Bintang bercampur kesal sekarang. Di mana harga dirinya sebagai suami dan pria. Setengah mati berbuat baik dan memahami, tapi Ifa tak menghargai sama sekali. “Saya salah. Maafkan saya,” ujar Ifa pelan,

