Ayah, Beranikah aku? *** Bintang tahu ada yang berbeda dari Ifa sejak selesainya pembicaraan dia dengan saudarinya, Aya. Namun Bintang tak punya cara untuk tahu apa masalah istrinya itu. Bintang menenangkan tangis Khumaira selagi Ifa berganti gaun tidurnya. Kemudian membiarkan Ifa menyusui Khumaira. “Aku perlu kembali ke aula. Kau bisa memanggil pelayan kalau butuh sesuatu.” Ifa mengangguk sebagai tanda paham. Bintang tak suka Ifa tak memperhatikan ucapannya. Tak membuat kontak mata di antara mereka. Ia mendekat duduk di sisi Ifa mengusap rambutnya dan sedikit memeluk istrinya. “Kalau kau mau bicara, aku akan mendengarkanmu.” Namun Ifa hanya menggeleng diam. Bintang bangkit lagi. Sebentar ia mencium pipi Khumaira, sedikit Bintang mencuri ciuman pada kulit d**a Ifa yang terbuka, de

