Matahari sore masih menggantung tinggi di langit, namun warnanya sudah mulai berubah—jingga kemerahan seperti api yang mulai padam. Isabella menginjakkan kaki di aspal parkiran butiknya, tangan penuh dengan tas-tas kecil berisi barang-barang berharganya. Angin sore berhembus pelan, mengusik helaian rambutnya yang terlepas dari sanggul rapi. Beberapa staff yang melihat langsung bergegas menghampiri. "Nona Isabella! Biar kami bantu—" Tapi langkah mereka terhenti. Begitu pula langkah Isabella. Suara mesin halus sebuah Rolls-Royce Phantom hitam memecah kesunyian. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk, menghalangi jalan Isabella seperti tembok yang tiba-tiba muncul. Pintu terbuka. Riccardo Ruzzo melangkah keluar dengan gaya khasnya—jas Tom Ford hitam sempurna, tongkat ekor kuda ya

