No More Chance

2265 Words

"Turunkan aku, Nick. Aku bisa jalan sendiri, kok." Riska meminta ketika mereka sudah tiba di lobi resort setelah keluar dari rumah sakit setengah jam yang lalu. Namun, Nick tidak menggubris pintanya, pria itu membopongnya melintasi beberapa pengunjung dan staf lalu berjalan menaiki tangga. “Nick, kumohon.” “Tidak.” Nick menolak dan terus membawanya layaknya membopong anak kecil—tidak merasakan lelah dan keberatan. "Kau masih pusing ‘kan, Ris. Aku tidak mau kau pingsan lagi lalu Ryan yang menggendongmu," jelasnya dengan raut wajah cemburu. Kali ini ia tidak akan memberi celah untuk Ryan apa pun itu. Bahkan, ia sudah mewanti-wanti para pekerjanya untuk menghandle jika sewaktu-waktu terjadi hal buruk yang menimpa Riska lagi. Decakan Riska terlontar, kepalanya menggeleng meski kedua tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD