“Babu?” “Bibinya yang kemarin kita kasih duit itu lho, Mam, minta aja dia yang turun tangan. Kalau dia gak mau, minta lah balik duit yang kemarin kita kasih. Simple, kan? Perkara begini kok diambil pusing,” ucap Rafa, ia merapatkan kedua tangannya di bawah d**a setelah berbicara dengan sang ibu. “Aaahh ….” Senyuman nampak terlihat di bibir Ningrum. "Kamu memang beneran pinter, Sayang," ucap Ningrum seraya mengelus lembut pipi putranya. "Mama akan coba chat dia dan ajak ketemu di daerah sini, biar tidak terlalu mencurigakan dan makan waktu." Rafa tak menjawab, tapi senyum lebar bak bulan sabit yang terlihat di bibirnya nampak terlihat. Dengan santai, dia juga mengangkat tangan, membentuk simbol O dengan jari telunjuk dan ibu jari yang menyatu. Ningrum hanya melirik sekilas, lalu tanpa b

