Move On

1416 Words
Nathalie terus mengejar pria yang baru saja keluar dari club tersebut, dia merasa yakin bahwa pria yang berpakaian seperti penguntit itu adalah Daffin. Meski di luar masih hujan gerimis, dia tidak peduli sama sekali. Itu adalah Daffin, bahkan wangi parfumnya sangat familiar oleh indera penciumannya. “Daffin, Fiin! Berhenti!” teriaknya sambil engos-engosan mengejarnya dari belakang. Pria itu sempat berhenti, namun dia tidak menoleh ke belakang. Ketika dirinya ingin berbalik, dia menangkap sekilas bayangan seorang mata-mata di balik mobil yang hanya berjarak 3 meter darinya. Ini sudah tidak aman, pasti dirinya diikuti sejak tadi. Daffin berdecak kesal, karena dia tidak bisa menemui Nathalie sekarang. Wanita ini bisa dalam bahaya jika dia menghampirinya nanti. “Maaf Nath, aku belum bisa menemui kamu,” Daffin berlari cepat masuk ke mobil dan membanting setir kemudi meninggalkan tempat itu. Di belakang, Nathalie berteriak memanggil-manggilnya, namun dia tidak bisa mengejar langkah Daffin yang sangat panjang dan cepat. Hatinya kecewa karena Daffin bertindak seperti orang asing setelah dua tahun mereka berpisah. “Dafiin, kamu tega begini sama aku. Percuma kita sabatan dari kecil kalau kamu masih jadi pengecut,” ucap Nathalie lirih. Dia menendang kaleng minuman bekas di dekatnya dengan perasaan kesal. Sekarang rambutnya agak basah karena tidak memakai hoodie. Ah sialan, gara-gara mengejar orang itu aku jadi basah begini, ucapnya kembali masuk ke dalam. Di sana ada Kris yang menyusulnya keluar. Kris terlihat cemas dan keheranan melihat Nathalie yang mendadak berlari terburu-buru mengejar sesuatu. Padahal dia telah mempersiapkan diri untuk menyatakan cintanya kepada Nathalie setelah dua tahun ini dia pendam. “Nath, kamu dari mana? Kenapa sampai hujan-hujanan begini?” Kris memegang tagan Nathalie dan membawanya kembali ke dalam. Nathalie agak menggigil terkena hawa dingin AC dalam ruangan. Kris yang melihat itu langsung membuka jaketnya dan memasangkan ke tubuh Nathalie. “Kamu pake ini dulu, nanti kamu masuk angin. Apa mau aku antar ke kamar saja?” tanya Kris khawatir. Di sini memang ada kamar khusus tamu VVIP yang ingin melakukan one night stand. Namun bukan berarti Kris ingin melakukan hal tak senonoh dengan wanita yang baru saja dia tembak ini. Hanya sekedar memberi perhatian agar Nathalie bisa mengeringkan rambutnya dan mengganti bajunya yang basah. “Hmm, boleh, tadi aku juga bawa hoodie. Aku ambil dulu di kursi sana ya,” Nathalie berjalan ke tempat teman-temannya duduk tadi. Hani kaget melihat penampilan Nathalie yang basah kuyup, dia bertanya mengapa bisa basah begitu “Loh, kenapa bisa basah begini sih Nath?” tanyanya. “Ohh ini, tadi aku keluar sebentar,” sahutnya. “Kamu bawa pakaian ganti ngak? Takutnya masuk angin,” kata Hani khawatir. “Ngak papa kok Han, aku bawa hoodie nih. Bentar ya, aku keringkan pakaian dulu,” pamitnya dan dibalas anggukan oleh Hani. Kris menunggu Nathalie, dan kemudian mereka memesan satu kamar. Nathalie merasa tidak nyaman dengan pakaiannya karena terasa agak gatal pada bagian pahanya lantaran celananya lembab. Di dalam kamar, Nathalie melepas jaket Kris. Dia menaruhnya di kursi, lalu Kris duduk di ranjang sambil menunggu Nathalie mengeringkan rambutnya. “Maaf ya, aku malah mengganggu waktu manggung kamu,” kata Nathalie tak enak hati. “Ngak papa kok Nath, kamu santai aja,” sahutnya. Sebenarnya Kris ingin mendapat jawaban dari ungkapan cintanya tadi. Tapi sepertinya Nathalie belum bisa memberikan jawaban. “Tadi kamu lihat siapa sih, kok buru-buru banget lari keluar?” tanya Kris masih penasaran. “Bukan siapa-siapa, aku merasa agak kenal dengan orang itu, tapi ternyata bukan dia,” jawab Nathalie. Kris mengangguk paham, dia memperhatikan wajah Nathalie dan gerakan tangannya yang mengelap bagian tengkuk dan lehernya. Entah kenapa mata Kris terpusat pada leher jenjang putih itu, sehingga timbul keinginan menyentuhnya. Engak boleh! Kamu jangan berpikiran tak senonoh Kris. Ingat, bahwa kamu baru saja menyatakan cinta padanya, dan sekarang bukan saatnya menyalurkan pikiran mesummu itu. Kris mati-matian menghilangkan pemikiran kotornya. “Hmm, kayaknya celana aku basah juga deh, engak nyaman rasanya makai pakaian lembab begini,” ujar Nathalie menggaruk-garuk pahanya. “Basah semua ya? kamu mau pakai pakaian aku ngak, soalnya di dalam mobil ada setelan cadangan aku buat manggung,” tutur Kris menawarkan. Nathalie agak malu, tapi mau bagaimana lagi karena dia juga sangat membutuhkan pakaian ganti. “Ngak papa deh. Tapi kamu ngak masalah kan kalau aku yang pakai, BTW kan aku perempuan,” ujarya malu-malu. “Ngak papa dong, sebentar ya aku ambil dulu,” ucapnya pamit keluar kamar. Nathalie mengangguk. Setelah Kris pergi, wajah Nathalie memerah dan hangat karena menahan malu. Wanita mana sih yang tiba-tiba menerima pinjaman pakaian dari lawan jenis yang baru saja mengejak jadian. Apalagi Kris adalah pria ganteng yang paling digemari wanita muda. Takutnya nanti dia dikira jadi wanita penghangat ranjang si DJ tampan itu. Membayangkan dirinya memakai celana Kris, hati Nathalie menjadi berdebar. Itu kan celana tempat sarang perkututya bersembunyi. Waw! Sadarlah Nath, apa kamu si maniak akut? Apa ini adalah efek kelamaan jomblo atau kemesuman bawaan ya? Entahlah, Nathalie menyeka rambutnya kuat dan berusaha untuk menghilangkan pikiran mesumnya. ”Ngak boleh, jangan bodoh Nath! Jangan malu-maluin kaum jomblo ngenes,” ujarnya sendiri. Kris masuk ke kamar sambil membawa paper bag berisi pakaiannya. Di sana dia menyerahkan satu pasang pakaian celana panjang jeans dan kaus over size. “Nih, kamu pake dulu ya. Aku tunggu disini. kalau celananya engak muat, kamu pakai tali ikat ini,” Kris memberikan kepada Nathalie. “Oke, aku ganti dulu ya,” Nathalie masuk ke kamar mandi. Dia membuka semua pakaiannya yang basah. Ternyata semua dalamannya juga ikut basah dan lembab. Nathalie membukanya dan buru-buru memakai pakaian Kris. Sebelum memakainya, dia menghirup wangi baju Kris yang maskulin. Ini memang aroma khas dari tubuh Kris bercampur parfum mint. “Wangi banget,” ucapnya sambil membayangkan mencium aroma tubuh Kris. Setelah berganti pakaian, Nathalie keluar menghampiri Kris. “Hai, gimana? Cocok ngak sama aku?” tanya sambil menggulung lengan bajunya sedikit. Kris mengangguk senang dan memberinya tanda jempol “ keren kok, yang penting kamu nyaman,” ujarnya. Nathalie merasa senang melihat sikap Kris yang sangat perhatian. Dia juga menyimpan rasa suka sejak dua tahun lalu kepada Kris. Apakah ini saatnya untuk move on dari masa lalunya dan menerima Kris sebagai masa depannya. “Ya sudah, aku antar kamu ke teman-teman kamu lagi yuk,” ajak Kris. Sesaat, Nathalie menahan tangan Kris, dan membuat mata mereka saling bertatapan satu sama lain. ada getaran di sana. Nathalie memandangi wajah Kris dengan dalam, pria ini berhasil mencuri perhatiannya. Dan selama ini dia juga yang sudah menghibur hari-hari sepinya. “Kris, boleh aku kasih jawaban sama kamu?” tanya Nathalie serius. Kris kaget, tapi dia juga senang saat harapannya bisa mendapatkan balasan cinta dari wanita yang selama dua tahun ini dia sukai. “Boleh, bilang aja Nath,” sahutnya penuh harap. “Kris, mungkin tadi aku telah merusak pernyataan cintamu, tapi perlu kamu tahu bahwa selama dua tahun kita kenal, aku memang suka sama kamu,” katanya jujur. “Lalu?” tanya Kris. “Kalau kamu sepakat, ayo kita pacaran. Aku siap memberikan hatiku sama kamu,” kata Nathalie. Kelopak mata Kris berkedip tak percaya, dia mendapatkan balasan cinta dari Nathalie. “Makasih Nath,” ucapnya sambil menarik dan mendekap tubuh ramping Nathalie ke pelukannya. Nathalie juga memeluk Kris dengan hangat. Dia harus bisa berkomitmen, jika hubungan ini bisa berjalan lancar. Masa lalunya harus berakhir sekarang, lagian Daffin juga tidak tahu kabarnya. Dan dia juga merasa kehidupannya tanpa Daffin bisa berjalan baik-baik saja. Kris melepaskan pelukannya, dia menatap dalam mata Nathalie. Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir lembut Nathalie. Ini pertama kalinya mereka berciuman. Aroma mint dari mulut Kris, membangkitkan sebuah gairah di dalam tubuh Nathalie. bahkan perutnya terasa geli seperti kupu-kupu berterbangan di sana. Dia memang tidak mahir dalam berciuman, namun sekedar berbalas pangutan dan cumbuan itu tidaklah sulit. Semakin dalam, keduanya mengakhiri ciuman itu dengan perasaan saling bergelora dan ingin memiliki. “Mulai sekarang, ijinkan aku menjaga kamu dan menjadi pria yang bisa kamu andalkan Nath,” ujar Kris sambil menyapu bekas ciuman di bibir Nathalie. “Iya, Kris,” sahutnya tersenyum lembut. Jantung Nathalie berlomba-lomba, bahkan pipinya memanas. Mereka kembali ke tempat duduk VVIP. Di sana semua teman-teman Nathalie sedang menghabiskan minuman yang mereka pesan tadi. Nathalie ikut bergabung, dia berusaha untuk tetap santai dan menetralkan jantungnya setelah melakukan ciuman b*******h dengan pacar barunya tadi. “Nath, nih buat kamu,” Hani memberinya satu gelas minuman bir. “Thank, cheers!” ucap mereka serempak. Kris kembali mengambil alih posisi DJ nya. Kali ini perasaannya sedang bahagia, jadi lagu yang dimainkan juga penuh dengan kegembiraan. Suasana kembali heboh dan meriah saat DJ Kris memutarkan remix andalannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD