Suara isak tangis menggema di rumah Ita. Wanita itu memang sengaja membawa jasad Irfan ke rumahnya sebab Irfan memang tidak punya sanak saudara lain di kota Padang. Kerumah Windy? Itu tidak mungkin sebab Windy pun saat ini sedang terbaring di ruang ICU dalam kondisi tidak sadarkan diri. “Ita, kami mohon maaf. Tapi rasanya tidak pantas jika jasad Irfan ada di sini. Bukankah kalian sudah bercerai,” ucap ketua RT. “Kalau bukan ke sini, aku harus membawanya kemana lagi, Pak RT? Ke rumah istrinya? Istrinya saja saat ini masih tidak sadarkan diri. Lagi pula keluarga bang Irfan sedang dalam perjalanan kemari,” isak Ita. “Maaf, Pak RT. Irfan ini adalah ayah kandung dari cucu saya. Lagi pula yang terbaring di sini adalah jasadnya. Bisa apa jasad ini ha? Jangan katakan kalau akalian curiga Ita ak

