Tantangan

1133 Words
Mereka semua menatap pada pejabat tersebut, menunggu jawabannya atas pertanyaan yang baru saja James berikan pada dirinya. “Ada dua pilihan yang akan kami ajukan pada mu, Yahmar.” Ucapnya menjeda perkataannya terlebih dahulu dan menatap Yahmar dengan tajam. “Ikuti apa perintah kami, maka kau akan mendapatkan jabatan tersebut. Atau lawan kami di pengadilan konstitusi untuk mendapatkan jabatan itu!” Yahmar membulatkan kedua matanya ketika mendengar pilihan yang lebih mengacu pada ancaman tersebut. Yahmar pun melirik pada sang Ayah yang terlihat menunduk, ia mengerti bahwa sang Ayah tidak dapat membantu dirinya untuk melawan orang-orang picik tersebut. Seluruh anggota W.A.E terkejut dan saling melirik untuk mencari jalan keluar yang lain karena mereka enggan untuk mengikuti apa perintah mereka semua yang pasti akan merugikan seluruh rakyat dan kembali mencemari lingkungan. Yahmar kemudian lebih memilih untuk melirik pada Luis dan Matt yang mungkin mendapatkan jawaban untuk keputusan yang harus di ambilnya. Karena bagaimanapun juga ia tidak ingin di peralat oleh para pejabat tersebut, tapi di sisi lain ia juga tidak tahu apakah ia bisa memenangkan pengadilan konstitusi nanti. Ia yakin Luis dan Matt sudah mendapatkan gambaran dari masalah ini kedepannya maka dari itu ia mengandalkan mereka berdua. Namun saat ia menatap keduanya, tanpa disangka-sangka oleh Yahmar, kedua lelaki itu justru terdiam dan terlihat berpikir dengan serius. Yahmar merasa frustasi detik itu, ia kemudian melirik pada layar virtual di mana para atasan Organisasi memantau mereka. Ia melihat James mengangguk pelan ketika Jason mengatakan sesuatu, namun Yahmar tidak dapat mendengar apa percakapan yang terjadi di antara keduanya karena James menggunakan earphone untuk berhubungan dengan pihak atasan itu. Tetapi Yahmar yakin anggukan kepala yang James lakukan adalah sebuah isyarat bahwa dirinya telah memiliki jawaban atas apa yang harus Yahmar ambil. Yahmar melihat James mendongak menatap para anggota parlemen dan pejabat negara itu, kemudian ia terlihat akan membuka suara. “Jangan pernah mengira bahwa Yahmar dan kami sudi menjadi pesuruh kalian hanya untuk mendapatkan jabatan itu, Tuan Yonel.” Bukan! Bukan James yang mengatakan hal itu, Yahmar dan seluruh orang yang hadir di dalam rapat itu menoleh pada Matt yang mengatakan hal itu dengan kepala yang masih menunduk. Tetapi satu detik kemudian, lelaki itu mengangkat wajahnya untuk menatap langsung ke arah bangku anggota parlemen serta pejabat negara di hadapannya dengan cukup tajam. Kacamata tebal yang selalu Matt pakai itu pun di taruh ke atas meja memperlihatkan matanya yang berwarna lain dari orang-orang pada umurmnya. Salah satu pejabat negara menyipitkan matanya menatap pada Matt, “Alexander Matthew? Benarkah itu dirimu? Seorang b***k dari…” “Eerste een Company, Benar!” Matt memotong ucapan salah seorang Pejabat yang duduk di samping Pejabat yang bernama Yonel itu. Seluruh anggota pemerintah maupun organisasi W.A.E terdiam saat Matt mengatakan hal itu dengan sangat kencang, musuh yang di kenal sebagai musuh terbesar dari Negara itu juga adalah musuh dari organisasi W.A.E. Sebelum ada orang yang kembali berucap, Matt dengan lebih dulu mengajukan pertanyaan pada orang yang memanggilnya dengan sebutan ‘b***k’ itu. “Pertanyaan yang ingin saya tanyakan adalah, mengapa anda bisa mengetahui bahwa saya adalah b***k dari Perusahaan ilegal itu, Tuan? Apakah anda pernah berkolerasi dengan Eerste een Company?” Matt bertanya dengan memperlihatkan sebuah seringaian yang jelas terlihat di mata mereka semua. Dan pejabat itu tidak menjawab pertanyaannya dan hanya terdiam. Yahmar dan para anggota W.A.E lain merasa ada sesuatu hal yang janggal yang Matt ketahui dari pihak pemerintah yang membuat mereka takut pada Matt.   Salah seorang pejabat lainnya yang tidak terima dengan pertanyaan Matt pun berdiri dan menunjuk pada Matt dengan amarah yang menggebu-gebu, “Jangan berbicara yang tidak-tidak, Tuan! Kami bisa menuntut anda atas tuduhan yang anda lakukan!” Bentaknya sehingga seluruh anggota W.A.E menatap padanya. Matt yang masih duduk di tempatnya itu kembali memberikan senyuman simpul, ia pun ikut berdiri dari tempat duduknya untuk menatap lelaki yang baru saja berteriak-teriak padanya. “Satuhal, aku hanya bertanya padanya dan bukan menuduh. Sama sekali tidak ada tuduhan di kalimat yang saya ucapkan itu… Tuan Armin!” Matt kembali berucap, dan kali ini ucapan tersebut telak memojokan mereka semua. Lelaki yang bernama Armin itu tidak terima dengan perkataan yang Matt ucapkan padanya, ia pun dengan gegabah segera mengeluarkan handgun yang sedari tadi ada di dalam saku jasnya, dan menodongkan senjata tersebut pada Matt yang duduk jauh di hadapan mereka. Seluruh anggota W.A.E tidak tinggal diam saat melihat anggota pemerintahan itu mengeluarkan senjatanya. Gantara, James, Bima, Arial dan Rio berdiri dari tempat mereka dan ikut menodongkan senjata secara bersama-sama pada Armin. Satu lawan lima kini terjadi di ruang rapat kepresidenan, para pejabat lain tidak ikut dalam aksi saling todong menodong tersebut, meski mereka memiliki senjata yang sama, namun mereka hanya memilih untuk diam melihati situasi itu. “…” Armin perlahan kembali menyimpan senjatanya ke atas meja dan kembali duduk ketika merasa bahwa dirinya tidak bisa berbuat apapun untuk melawan anggota W.A.E disaat tidak ada yang ingin membantunya.  Gantara, James, Bima, Arial dan Rio pun  kembali duduk ketika mereka sudah memastikan bahwa Armin tidak akan berbuat hal seperti itu lagi. Sedangkan Matt tetap berdiri menatap pada para Pejabat di sana tanpa takut. Matt pun melanjutkan kembali kalimatnya, “Jika kalian memang masih mempermasalahkan jabatan Yahmar, bawalah ini ke pengadilan konstitusi. Dan lihat, siapa yang pada akhirnya akan dipilih oleh rakyat. Pihak kami, ataukah pihak kalian yang memiliki banyak korelasi dengan perusahaan semacam Eerste een!” Brak! Yonel menggebrak meja di hadapannya dengan cukup keras dan berdiri dari duduknya, matanya menyalang menatap pada Matt yang berdiri dengan tatapan menantang. “Alexander Matthew! Kau benar-benar seorang jalaang sialan!” Ucapan Yonel tersebut sukses membuat seluruh anggota Organisasi W.A.E terkejut dan menatap ke arahnya dengan marah. Namun tidak dengan Matt yang mendapatkan sebutan itu, ia justru semakin melebarkan senyumannya pada lelaki yang sepertinya adalah pemimpin dari para pejabat tersebut.   “Sebutlah aku dengan sesuka hati kalian semua, wahai orang-orang terhormat. Tapi ingatlah, bahwa aku adalah saksi hidup atas semua perlakuan b***t kalian terhadap rakyat di belakang publik!” Perkataan balasan yang di ucapkan oleh Matt itu membuat seluruh Pejabat di ruangan rapat kepresidenan tersebut berdiri dari tempatnya, merasa geram dengan apa yang Matt ucapkan. Yahmar menyadari bahwa situasi saat ini semakin memanas antara pihak pejabat dengan Matthew seorang, dan bukan dengan organisasi W.A.E ataupun dengannya yang merupakan seorang yang berusaha mereka lengserkan.   “Rapat berakhir!” Setelah mereka semua sempat terdiam dan saling menatap dengan tajam, akhirnya Yonel berjalan pergi meninggalkan ruangan besar itu yang diikuti oleh para pejabat lainnya yang masih sempat menatap pada Matt dengan penuh kebencian. Tuan Nabda tidak mengikuti langkah para pejabat itu, dan lebih memilih untuk menghampiri Yahmar. “Aku akan memberikan kalian ruang untuk berbincang satu sama lain.” Namun ia juga tidak terlihat senang dengan apa yang terjadi dan memberikan ruang pada anggota organisasi untuk membicarakan hal itu sementara dirinya pergi dari ruangan itu.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD