Setelah sambungan berhasil terhubung dengan atasan Organisasi, Matt, Gantara dan Rio pun segera membawa layar virtual itu untuk segera menemui anggota parlemen dan pejabat negara di ruang rapat. Tetapi saat Matt hendak berjalan ke arah pintu keluar, seluruh anggota tim W.A.E termasuk Yahmar, menghadang jalannya. Membuatnya mengerenyitkan dahi, “Apa yang kalian lakukan?” Tanyanya, ia yang membawa layar virtual yang sudah terhubung dengan para atasan pun mematikan tombol mic dan me mute kan suara agar para atasan tidak mengetahui masalah yang terjadi di antara mereka saat ini.
“Dengar Matt! Kami mengetahui bahwa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kami saat ini, dan sebelum kita pergi ke ruang rapat, ku harap kau mau mengatakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi!” Samuel adalah orang yang mengatakan hal itu pada Matt, ia berucap dengan sangat tegas pada Matthew yang saat ini berdiri di hadapannya.
“Semua itu tidak ada hubungannya dengan misi ini!” Matt menjawab dengan tegas, mengatakan bahwa hal yang terjadi di masa lalunya itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan misi yang sedang mereka jalankan saat ini. Karena hal terpenting yang harus mereka lakukan adalah menjalankan misi dengan sebaik mungkin dan jangan membahas apa yang terjadi di luar dari misi mereka itu.
“Tetapi itu berhubungan dengan Ayahku!” Yahmar pun ikut angkat bicara, mengatakan hal yang berhasil membuat mereka semua terdiam termasuk Matt sendiri. Mata yang ada di balik kacamata tebal itu menatap tajam pada Yahmar, kemudian sang pemilik mengatakan sesuatu yang tidak pernah di duga oleh siapapun yang ada di sana.
“Maka kita akan membahas hal ini secara pribadi!” Matt pun kembali berjalan, menabrak Samuel dan juga Arial yang menghalanginya. Mereka semua pun akhirnya terdiam dan mengikuti langkah sang Ketua yang berjalan menuju ruang rapat kepresidenan di mana para anggota parlemen dan pejabat negara telah menunggu mereka.
Namun saat mereka semua sudah berada di depan ruangan itu, dan saat Gantara yang sudah berjalan lebih cepat membukakan pintu itu untuk mereka, Matt tidak meneruskan langkahnya dan terdiam di tempatnya yang berjarak beberapa puluh langkah dari ruangan tersebut. Gantara menoleh dan menyadari adanya raut kegelisahan dari Matt yang tidak bisa ia tutupi lagi saat ini. Keringat dingin mengucur di pelipis lelaki berkacamata tebal itu, nafasnya pun terlihat tidak beraturan dan terkesan sesak.
Anggota W.A.E lainnya termasuk Yahmar telah menyusul langkahnya dan melihat bagaimana Matt yang diam di depan pintu itu dengan tubuh yang bergetar ketakutan. Entah apa yang membuatnya begitu takut untuk masuk ke dalam sana. Satu detik kemudian, Matt yang merasa tidak dapat melanjutkan hal ini pun berbalik dan hendak mengurungkan niatnya bertemu orang-orang di dalam sana. Namun saat ia berbalik, James yang memang sengaja berdiri di hadapannya pun membuat dirinya tidak sengaja menabrak tubuh James yang lebih tinggi darinya.
Matt terdiam saat James dengan refleks memegang kedua bahunya dan menatap padanya dengan sangat serius. “Biarkan aku yang menggantikanmu!” Ucap James seraya merebut layar virtual yang ada di tangan Matt, berjalan masuk ke dalam ruangan itu terlebih dahulu yang kemudian di susul oleh para anggota W.A.E lainnya.
Gantara yang masih berada di luar ruangan bersama dengan Matt pun menghampiri sang ketua tim yang sebelumnya di paksa untuk memimpin tim ini. Karena Matt sebelumnya sempat menolak menjadi ketua tim dalam tim ini. “Ayo Matt! Kau harus mengetahui bagaimana hasil dari perundingan ini meski tidak berbicara apapun nantinya.” Gantara mengajak sang Ketua untuk masuk ke dalam ruangan rapat itu karena nantinya dialah yang harus lebih mengetahui isi dari rapat tersebut di bandingkan para anggota timnya.
Matt akhirnya berjalan memasuki ruangan tersebut bersama Gantara yang mengajaknya. Gantara cukup bingung dengan Matt yang berjalan benar-benar di samping dirinya, dan hal yang membuatnya semakin bingung adalah ketika ia masuk ke dalam ruang rapat dan mendapati seluruh anggota parlemen dan pejabat negara menatap padanya… Tidak! Bukan padanya, tetapi lebih tepat pada Matt yang berjalan di sampingnya.
“Mari kita mulai rapat ini?!” Yahmar segera memberikan sebuah seruan yang sukses membuat seluruhnya kembali fokus pada sang Presiden yang duduk di bangku kepresidenan yang tersenyum dengan sangat ramah pada mereka semua. “Jadi, hal apa yang sebenarnya mendasari rapat ini? Karena setelah saya rasa, saya akan mulai menyusun seluruh rencana pemerintahan beberapa hari kedepan dan secara perlahan. Bukankah itu bukanlah sebuah hal yang harus di permasalahkan dan di rapatkan bersama saat ini?” Tanya Yahmar kepada para anggota parlemen dan pejabat negara yang hadir pada rapat tersebut. Beberapa dari mereka terkekeh dan menganggap remeh pada pemuda yang kini duduk di kursi dengan jabatan paling tertinggi itu.
“Yahmar, kami tahu bahwa dirimu belum cukup berpengalaman dalam memimpin orang-orang banyak seperti negara ini, dan keputusan tuan Nabda pagi tadi terkesan terlalu tergesa-gesa juga tidak berdasar. Kami tidak bisa melepaskan seluruh kekuasaan begitu saja, karena kami yakin anda mengancam Presiden untuk memberikan jabatan itu pada anda meski beliau tidak mengakuinya. Harus ada sebuah…”
“Anda sekalian mungkin tidak mengetahui apa jabatan saya di Organisasi We Are Earth, tuan-tuan! Anda salah jika menyebutkan bahwa saya tidak memiliki pengalaman dalam memimpin orang-orang.” Mereka semua terdiam begitu Yahmar angkat bicara dan memotong perkataan seorang pejabat negara yang merasa keberatan dengan keputusan yang diambil tuan Nabda pagi tadi yang membuat hampir seluruh dari atau mungkin seluruh penduduk negri merasa terkejut. “Saya telah menjabat sebagai pimpinan organisasi ini selama empat tahun, dan mengenai keputusan tuan Nabda yang menurut anda semua tidak berdasar itu, sudah terlalu terlambat untuk di permasalahkan. Karena saat ini, saya sudah menjabat sebagai Presiden negara yang resmi di mata hukum. Pengangkatan saya sudah sah, pagi tadi.” Bungkam… Yahmar berhasil membungkam seluruh pejabat negara tersebut dengan kalimatnya yang terucap yang merupakan sebuah fakta. Memang terlalu terlambat bagi mereka-mereka untuk mempermasalahkan keputusan tuan Nabda yang memberikan posisi itu pada Yahmar, sebab Yahmar sudah mengambil sumpahnya di hadapan seluruh rakyat bahkan di seluruh dunia karena Matt melakukan sebuah peretasan yang menyiarkan semuanya secara langsung.
Seorang pejabat negara yang mengenakan dasi berwarna silver di hadapan Yahmar itu terkekeh pelan, membuat nya tidak luput dari tatapan semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut. “Jabatan itu belum sepenuhnya jatuh ke tanganmu, Nak! Tetapi gaya bicaramu seolah-olah menunjukkan bahwa kau sudah mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat di negara ini!” Kini giliran Yahmar dan anggota W.A.E lainnya yang terdiam, sebenarnya mereka mengetahui apa maksud dari perkataan yang lelaki tersebut ucapkan. James melirik pada layar virtualnya untuk melihat bagaimana reaksi dari para atasan organisasi ketika mendengar hal tersebut, mereka terlihat terdiam dengan menatap serius pada James, memintanya untuk mengambil tindakkan.
“Sebenarnya apa yang kalian inginkan?” James akhirnya membuka suara, mengingat saat ini ialah perwakilan dari organisasi We Are Earth. Pejabat berdasi silver itu bersandar dengan santai ke sandaran kursi miliknya merasa menang mendapatkan pertanyaan itu.
To be continued