Rahasia Alexander Matthew

1531 Words
“James, apakah kau menyadari ada sesuatu hal yang aneh pada Matt saat mantan presiden Nabda berbicara tentangnya tadi?” James yang sedang mempersiapkan senjatanya yang ia masukan ke dalam saku jaketnya itu pun berbalik menghadap pada Arial yang berdiri di belakangnya yang juga sedang mempersiapkan hal yang sama, mengingat mereka berasal dari devisi Keamanan. “Ya, dan aku yakin bahwa semua itu ada hubungannya dengan perusahaan ilegal itu! Tuan Nabda juga terlihat mencurigakan, seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Yahmar!” James yang juga merasakan kejanggalan di antara hubungan Matt dan mantan presiden itu pun mengutarakan kecurigaannya. Tentu saja mereka akan merasa curiga pada Matt sebab, status Matt yang awalnya adalah seorang anggota dari lawan organisasi W.A.E itu membuat mereka semua harus lebih berhati-hati dan tidak boleh terlalu mempercayai lelaki yang telewat cerdas tersebut. “Apakah kita harus membicarakan ini pada Yahmar? Karena aku pikir ia harus tahu tentang hal ini!” Arial memberikan saran pada James yang langsung di setujui oleh sang Ketua dari devisi Keamanan dalam organisasi W.A.E itu. “Yahmar, ada hal penting yang harus kita bicarakan di sini!” Yahmar yang memang sudah mengetahui bahwa mereka akan membahas masalah tentang Yahmar pun mengangguk. James dan Arial secara bersama-sama menghampiri Yahmar yang sedang di lakukan pengecekan kesehatan oleh Samuel padanya. “Ini mengenai Ayahmu dan Matt.” Ujar Arial melanjutkan ucapan James dengan lebih pelan lagi, dan Yahmar pun sudah menduga itu. Sebab di antara anggota yang lain, James dan Arial lah yang terlihat menyadari kejanggalan yang juga ia dan Samuel rasakan. “Aku tahu! Kita memang harus menaruh curiga pada Matt, terutama setelah kita mengetahui bahwa dia dan Ayahku pernah saling mengenal.” Yahmar pun tidak menyangkal dan mengakui bahwa mereka harus menaruh rasa curiga pada Matt, dan ia tidak marah jika para anggota W.A.E juga menaruh curiga pada Ayahnya yang dahulu merupakan seorang musuh terbesar dari Organisasi yang menaungi dirinya. James, Arial dan Dokter Samuel sempat terkejut dengan ucapan yang di ucapkan oleh Yahmar sendiri mengenai sang Ayah, mereka awalnya berpikir jika mereka membahas ini Yahmar akan merasa tersinggung karena ini menyangkut sang Ayah. Namun ternyata Yahmar justru merasakan hal yang sama dengan mereka dan malah menaruh rasa curiga juga terhadap Ayahnya. “Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?” Tanya Samuel pada James, Arial dan Yahmar yang ada di hadapannya seraya melirik satu per satu aggota lain yang terlihat fokus dengan tugas mereka. “Aku akan menanyakan hal ini pada Matt terlebih dahulu, dan jika nanti jawaban yang ia berikan cukup mencurigakan, maka kita harus mencari tahu kebenarannya!” James yang memang lebih dekat dengan Matt di antara anggota lainnya pun mengusulkan diri untuk bertanya pada Matt secara langsung. “Tanyakanlah!” Yahmar menjawab, setuju dengan usulan tersebut. Di saat yang bersamaan Bima dan Luis yang mengatur persiapan rapat dengan anggota parlemen dan pejabat negara pun menghampiri Yahmar yang berbincang dengan tiga anggota W.A.E lainnya. “Ada apa?” Tanya Luis yang melihat perbincangan di antara mereka berempat. Yahmar yang merasa bahwa Luis dan Bima yang tidak harus tahu pun menggelengkan kepalanya seraya tersenyum mengalihkan pembicaraan itu dengan halus. “Hanya membicarakan beberapa hal yang ringan. Bagaimana Luis? Apakah ada hal yang harus ku pelajari sebelum kita mengadakan rapat dengan mereka?” Tanya Yahmar pada Luis, memastikan agar dirinya tidak melakukan kesalahan nanti saat berada di ruang rapat. Luis hanya menggelengkan kepalanya dan memberikan sebuah file berbentuk chip kecil ke pada Yahmar. “Cukup mengucapkan apa yang kau inginkan dan menunjukku sebagai juru bicaramu, maka semua akan dapat tertangani!” Jawab Luis dengan percaya diri yang tinggi, tentu saja mereka tidak meragukan kepintaran lelaki itu dan mempercayai keputusannya. “Sementara itu tunjukkah Matt sebagai perwakilan dari Organisasi untuk berbicara dengan mereka.” Luis kembali melanjutkan ucapannya, meminta pada mereka agar Matt mengambil tugas yang cukup berat tersebut. Matt yang mendengar bahwa dirinya di jadikan perwakilan atau bisa di sebut sebagai juru bicara dari pihak organisasi W.A.E yang akan berhadapan dengan para anggota parlemen dan pejabat negara itu pun segera menoleh ke arah Luis yang berdiri beberapa meter dari tempatnya. “Tidak!” Matt berdiri dari duduknya secara tiba-tiba dan menolak tugas tersebut, membuat seluruh anggota tim menoleh padanya termasuk Gantara dan Rio yang ada di sampingnya. “Ada apa Matt? Bukankah kau adalah ketua tim ini? Pihak atasan yang memberikanmu tugas itu, Matt.” Luis pun mengingatkan lelaki itu akan tugasnya, dan hal tersebut membuat Yahmar, Arial, Samuel, dan James semakin yakin jika ada sesuatu hal yang membuat Matt ingin menghindari para anggota perangkat pemerintahan negara. “James akan menggantikanku untuk berbicara dengan mereka!” Matt secara spontan menunjuk James untuk menggantikan posisinya nanti. Namun lelaki itu segera menggelengkan kepalanya karena ia telah sepakat dengan dirinya sendiri tidak akan membiarkan Matt berlindung di balik dirinya lagi. “Matt, apakah kau memiliki masalah dengan mereka?” Dokter Samuel yang melihat peluang pun langsung bertanya pada Matt untuk mengorek informasi yang mungkin bisa ia dapatkan. “Tidak!” Dan itu adalah jawaban yang sangat singkat yang pernah Sam dapatkan dari Matt. Matthew kembali duduk di tempatnya dan kembali memfokuskan dirinya pada layar virtual yang sempat ia tinggalkan tadi. Ia bertingkah seolah-olah tidak ada yang terjadi sebelumnya di antara mereka. James membuang napasnya dan menoleh pada Yahmar yang mengangguk, kini mereka hanya dapat mengandalkan James untuk dapat berbicara secara langsung bersama Matt, sebelum mereka masuk ke dalam ruang rapat bersama para pejabat negara. “Matt, bisa kita bicara sebentar?” Matt mendongakan kepalanya, menatap pada James yang datang menghampiri mereka bertiga. Matt pun mengangguk menyetujuinya dan memberikan pekerjaan itu pada Gantara dan Rio. James membawa Matt ke pojok ruangan tersebut, menjauh dari para anggota yang lainnya yang membuat Matt sempat merasa curiga. ‘Apakah mereka telah merencanakan ini untuk mengintrogasiku?’ Itulah sangkaan yang ada di dalam kepala Matt saat ini. “Kalian saling mengenal?” Dan benar saja, James yang sudah duduk di salah satu meja dan menghadap ke arah Matt pun langsung bertanya pada lelaki itu to the point. Tidak peduli akan apa yang Matt pikirkan tentangnya, yang penting dirinya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di antara temannya itu dengan mantan presiden negara yang sempat menjadi musuh mereka. Matt bungkam dan hanya mengangguk pelan dengan jujur pada James, lelaki itu mendapati tatapan mata Matt yang berubah menajam menandakan adanya hal dari dirinya yang membuat Maat marah. “Katakan apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian, maka aku akan menggantikanmu menjadi juru bicara di ruang rapat nanti!” James yang tidak ingin kehilangan kesempatan karena amarah Matt yang muncul pun, segera melakukan sebuah penawaran pada lelaki itu yang tentu saja akan menguntungkan keduanya. “Tidak ada hal yang terjadi, kami hanya pernah bertemu beberapa kali dalam sebuah acara yang di selenggarakan oleh salah satu perusahaan Legal yang bekerja sama dengan Eerste een Company.” Matt pun menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat santai, sehingga James mengangkat sebelah alisnya melihat perubahan yang signifikan dari cara Matt berbicara. Karena sepandai-pandainya mayat di sembunyikan, baunya pasti tidak akan hilang, itulah kalimat yang cocok untuk situasi yang terjadi saat ini. James bukanlah orang yang akan mudah percaya dengan apa yang baru saja Matt katakan padanya, apalagi James adalah orang yang telah mengetahui masa lalu Matt. Tetapi dia tetap berpura-pura untuk mempercayai Matt, agar mendapatkan informasi yang lebih darinya. “Oh, Benarkah?” Tanyanya. Matt menatap pada temannya tersebut dan berucap dengan nada yang ketus, “Aku tidak ingin membahasnya saat ini, James! Kita akan menghadapi yang lebih penting dari masa laluku dengan mantan presiden.” Ujar Matt yang berbicara dengan suara setengah berbisik agar anggota tim yang lain tidak mendengar pembicaraan mereka. James mendapatkan sebuah kunci dalam ucapan Matt yang juga membuatnya cukup terkejut, “Masa lalu? Jadi kau memiliki masa lalu bersama dengan… Dirinya?” Ucapan Matt sebelumnya itu memang mengundang terlalu banyak spekulasi dalam otak James, sehingga ia langsung menanyakannya dan memastikan ‘masa lalu’ mana yang di maksud oleh Matt. Lagi-lagi Matt melakukan hal yang berada di luar dugaan James, Matt tidak menjawab pertanyaan tersebut dan justru mengatakan sesuatu hal yang membuatnya terdiam. “Kau tidak memiliki hak untuk mengetahui hal itu, James. Dan aku pun merasa bahwa aku tidak harus memberitahumu tentang masa lalu yang terhapus itu. Sebab hal itu tidak ada hubungannya dengan organisasi W.A.E, jadi tenanglah! Dan aku tidak akan memintamu untuk menggantikanku menjadi juru bicara organisasi. Aku bisa melakukannya sendiri!” Ucap Matt yang berjalan kembali ke tempatnya. Matt mengetahui jika para anggotanya telah membicarakannya dan menyuruh James untuk menggali informasi darinya mengenai alasannya mengenal sang mantan persiden itu. Ia juga mengetahui ketika Samuel mengatakan pada anggota yang lain untuk tidak membahas hal ini terlebih dahulu padanya. Matt mengetahui semua itu dan hanya berpura-pura untuk tidak tahu, ia hanya terdiam dan memasang raut wajahnya yang datar. Matt adalah orang yang handal dalam menyembunyikan sesuatu karena pekerjaannya dulu seperti itu. Tetapi entah mengapa Matt merasa bahwa dirinya tidak lagi di berikan sebuah kepercayaan dari seluruh anggota tim yang bertugas bersamanya tersebut. Mereka semua memang bersikap layaknya seorang teman pada Matt, tetapi tidak ada satupun kepercayaan yang Matt rasakan yang di berikan oleh mereka padanya. Hal itu membuat Matt merasa cukup kecewa, karena merasa di curigai oleh anggota timnya sendiri.  To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD