POV LUCIO Aku terdiam usai menautkan kancing kemeja terakhir yang kukenakan. Mataku awas menatap pantulan diri di cermin besar yang ada di walk closet kamar ini, tapi ingatanku melayang pada kejadian barusan. Senyumku terbit, tipis. Agak gila memang apa yang dilakukan Nadia. Namun, aku tidak akan begitu mudah melepaskannya kali ini. Gadis itu harus membayarnya dengan sangat mahal. Membayar tindakan gilanya yang hampir membunuhku dan … mungkin dirinya sendiri. Dan di sinilah Nadia berada sekarang. Di bawah kungkunganku usai kita melakukan kesepakatan yang mengharuskannya melayaniku di ranjang. Katakanlah aku licik, tapi memang inilah tujuan awalnya. Tubuhnya yang membuat setan dalam diriku bangkit. Ya, hanya dia. Dan aku tidak pernah memungkirinya. Saat kemudian karena sentuhanku gadi

