Tiga Hari Menuju Kejuaraan Asia – Doha Media Indonesia mulai meliput "Misi 3 Emas Miura". Tagar #SprintMenujuPelaminan jadi trending di Twitter dan t****k. Yulianto menghindar dari kamera, selalu duduk di bangku penonton, jauh dari arena latihan. Tapi diam-diam, ia mencium medali lama Miura tiap malam sebelum tidur—sebagai doa, sebagai rindu, sebagai pengingat bahwa di ujung garis finish ada hidup baru yang menanti mereka. Malam Sebelum Kejuaraan Miura menatap langit Doha yang pekat. Ia memeluk dirinya sendiri di balkon penginapan atlet. Jantungnya berdetak seperti mau meledak. Di tangan kanannya ada tulisan kecil: "Untukmu, Mas. Untuk cinta ini. Untuk pelaminan kita." Dan entah dari mana, di layar ponselnya muncul notifikasi unggahan dari akun @KidungHati. Sebuah suara lirih dan rek

