"Yank… aku masih capek banget. Boleh nggak latihan dimundurin besok pagi? Satu hari aja,” rengek Miura sambil membenamkan wajah ke d**a Yulianto. Helaan napas kecilnya terasa di kulit d**a sang suami, yang sedang duduk santai di balkon hotel sambil mengatur ulang jadwal latihan mereka. Yulianto mengusap pelan rambut Miura yang masih basah setelah mereka berenang bersama Phoenix tadi pagi. “Yang, kamu kan tahu sendiri... kamu yang bilang, kalau udah mendekati puncak, satu hari bisa berarti satu garis finish.” Miura mendengus pelan. “Iya sih… tapi barusan itu Phoenix ngajak main petak umpet, terus loncat-loncat di pasir, dan kamu sendiri yang minta aku ngejar dia. Badanku kayak habis latihan satu minggu nonstop.” Yulianto menyeringai. “Berarti pemanasan kita barusan sudah maksimal. Tingga

