Pagi belum benar-benar terang saat Miura membuka mata. Ia menatap langit-langit kamar beberapa detik sebelum beranjak. Dikecupnya pelan punggung tangan sendiri seperti ingin memberi semangat pada dirinya. Hari ini ia bertekad untuk bangun lebih pagi dari Yulianto. Ia ingin menyambut hari lebih dulu, memulai latihan dengan energi yang ia tanamkan sendiri. Namun begitu keluar dari kamar, langkahnya terhenti. Di ruang depan, Yulianto sudah lebih dulu ada di sana. Duduk bersila dengan kaus putih tipis dan celana training, tubuhnya membungkuk dalam posisi stretching. Napasnya teratur, wajahnya teduh seperti matahari yang belum terbit. Miura mendekat, sedikit kecewa karena niat mengalahkan Yulianto di pagi hari gagal lagi. "Bangun jam berapa sih, Mas? Kayak nggak tidur aja." Yulianto tersenyu

