Chapter 144 : Hari Ini Kita Milik Satu Sama Lain

1280 Words

Suara televisi berbayar memutar tayangan drama Korea terbaru, tapi mata Miura justru tak fokus menatap layar. Ia melirik ke arah Yulianto yang duduk di sudut ruang kerja mini mereka, ditemani secangkir kopi yang tinggal separuh dan laptop menyala terang. Di sampingnya, berserakan kertas-kertas coretan: catatan latihan Miura tiga hari terakhir dan outline novel terbaru Yulianto—"Biar Hati Saja." Miura berdiri pelan setelah memastikan Phoenix sudah tertidur pulas di dalam boks tidurnya. Anak kecil itu habis main seharian, menumpahkan tawa di tiap sudut rumah kecil mereka yang hangat. Mainan berserakan, bungkus snack tercecer, dan bantal yang entah bagaimana bisa pindah ke dapur. Yulianto sempat membantu membereskan semuanya, tapi seperti biasa, begitu Phoenix terlelap, ia kembali ke kursi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD