Chapter 116 : Klinik, Kaki dan Keajaiban Phoenix

1673 Words

Udara Beijing pagi itu terasa lebih lembut dari biasanya. Kabut tipis menggantung di langit kota, seolah menyelimuti kenangan yang hendak digali kembali. Klinik pemulihan yang dahulu menjadi rumah bagi Malda Miura selama hampir satu tahun pasca cedera berat itu, masih berdiri dengan wibawa yang sama. Dinding putihnya bersih, lorong-lorongnya sepi tapi hangat. Salah satu dokter senior di sana, dr. Liu Minghao, sedang menata ulang berkas digital pasien-pasien lama ketika sebuah nama muncul di layar: Malda Miura Atmaja. Sejenak, tangannya berhenti. Jantungnya berdegup pelan namun pasti. Nama itu bukan sekadar pasien. Itu adalah legenda hidup yang pernah ia tangani dengan ketakutan—karena cedera Miura dulu adalah salah satu kasus paling kritis dalam catatan medis olahraga di Asia. “Miura… ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD