Saat melihat pandangan calon suaminya yang begitu tajam, gegas Santi sedikit berlari menuju kamarnya. Langsung dia berganti baju, dengan setelah kaos oblong dan celana pendek. Lalu menyimpan handuknya kembali ke kamar mandi. Dia pun gegas ke ruang tamu menemui calonnya. Mereka duduk berhadap-hadapan. "Maaf ya lama kang. Ayo diminum tehnya." Kata Santi. Hendi masih terpalu menatap calon istrinya. Bayangan dia hanya berbalut handuk masih terekam di memorinya. "Akang. Malah ngelamun. Diminum tehnya." Santi agak mengeraskan suaranya. Terhenti dari lamunannya, Hendi pun tersenyum kikuk. "Eh iya." Jawab Hendi. Dia pun menyeruput tehnya. "Akang emang sengaja datang ke sini?" Tanya Santi. "Iya. Ini ada sedikit oleh-oleh. Akang baru aza pulang dari Kota Yk. Ada acara di sana." Jawab Hend

