"Hai ... Lo dah pulang?" kata Gadis yang bergerak dari posisi tidur miringnya. Abra yang duduk di tepi ranjang Gadis sejak sejam yang lalu menoleh ke arahnya. Gadis memerhatikan wajah Abra yang terlihat sangat letih sekali. Karena kamar mereka gelap, Gadis memutuskan untuk menyalakan lampu kamar di atas nakas, kini ia bisa melihat kalau wajah Abra tak hanya lelah, tapi juga terlihat resah. "Kenapa?" tanya Gadis memerhatikan dengan seksama. "Kepikiran kebakaran yang menimpa gudang perusahaanmu?" tanyanya lagi dan Abra menggeleng. Ya, Abra memang sedang memikirkan hal tersebut. Selain itu ia juga sedang memikirkan ucapan Hasan padanya. Seperti kata Hasan bahwa ia dan Gadis harus meminta doa keselamatan dari Mamanya. Jelas sudah ucapan dari Hasan itu adalah bentuk ancaman untuknya dan Gad

