Chapter 43

1093 Words

Tatapan Abra sangat dalam, intens dan tajam saat ia memutar rekaman di ponselnya dan memperdengarkannya kepada Clara juga Gadis. Abra bisa melihat bahwa Clara tengah gugup, wajahnya pucat dan tangannya bergerak-gerak. Tanda bahwa semua yang terekam itu benar adanya. Abra sengaja tak ingin mengungkapkan bukti yang ia miliki ke para pers dan juga wartawan karena ia ingin melindungi nama baik Clara dan berusaha mengerti kenapa Clara mencoba mengusiknya. Sedang Gadis yang berada di antara mereka sekarang merasa sangat malu hingga ia tak tahu harus berkata apa lagi selain meminum minuman pesanannya dan ijin ke toilet. Ia pun shock dengan hasil rekaman itu. Saat Gadis hendak berdiri, Abra menahannya dengan mencekal pergelangan tangan kirinya. Gadis terhenyak kaget, sedangkan Clara hanya bisa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD