Chapter 42

1520 Words

"Bra ..." panggil Gadis saat Abra merenggangkan dasi yang mengikat lehernya. Sebenarnya kepala Gadis masih pusing, ditambah lagi kehadiran Liliana dibawah itu membuatnya tak bisa berpikir jernih sekarang. Dadanya semakin sesak saat Abra melakukan konfrensi pers singkat tadi, padahal ia pikir ia akan bisa segera pergi setelah mengurus perceraiannya dengan Abra. Nyatanya? Abra yang dipanggil hanya menoleh ke arahnya sembari meletakkan dasinya di atas nakas. Ia sekarang melepaskan sepatunya juga. Gadis mendekat. "Lo punya bukti kejahatan Clara?" tanyanya lagi. "Besok gue urus hal itu. Hari ini gue lelah banget." kata Abra seraya memandang dirinya lekat-lekat di cermin. Memar di dekat hidungnya akibat pukulan Matt tadi membekas. Bahkan Liliana pun tak menanyakan dari mana pukulan di wajahnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD