Chapter 41

1011 Words

Abra meraih tangan Gadis saat ia berdiri dan menggandengnya keluar dari ruang konfrensi pers tersebut. Para wartawan seolah tak puas dengan kalimat-kalimat Abra yang menurutnya sangat singkat sekali dan kurang dalam menjawab rasa penasaran mereka. Abra tak memedulikan protes para wartawan padanya yang sangat ramai hingga Adit yang pingsan dan kembali sadar merasa kepalanya kembali sangat pusing karena sikap Abra. Pun begitu dengan Gadis yang benar-benar bingung dengan sikap Abra. Banyak pertanyaan yang ada di otak Gadis saat ini untuknya tapi ia menunggu sepi, terhindar dari hiruk pikuk sekitar, jadi ia menahannya terlebih dahulu. Ketika Abra sudah memasuki ruang kerjanya bersama Gadis, Gadis sangat takjub dengan kemewahan dan keluasan ruangan itu. Lantainya dari marmer, ada rak buku di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD