Tak menunggu tanggapan dari Gadis, Abra menggenggam tangan Gadis dan terus berjalan keluar dari rumah sakit sore itu. Saat di dalam mobil pun, Abra tak melepaskan sama sekali tangan Gadis hingga ketika masuk mobil keduanya kesusahan, Abra yang masuk duluan dan lupa menggandeng tangan Gadis, karena jujur saja otaknya masih memikirkan kondisi Naomi, hingga membuat Gadis akhirnya bersuara. "Seenggaknya lepasin tangan gue dulu, Bra, kalau mau masuk mobil!" seru Gadis. Abra nampak pilon, lalu meringis dan akhirnya melepaskan tangan Gadis. Gadis memeriksa tangannya yang baru saja dilepaskan oleh Abra, sebelum masuk ke dalam mobil. "Kenapa? Jantung lo deg deg ser, kah?" goda Abra yang ditanggapi dengan lirikan mata jengah oleh Gadis. "Deg deg ser? Boro-boro, Bra! Yang ada gue itu mikir, seb

