Bertengkar Lagi dan Lagi

1006 Words

Aku sudah tahu arah pembicaraan Mas Farhan. Tapi Mas Farhan bisa tahu dari mana. Mbak Rahmi kan udah janji ngak bakal kasih tahu Mas Farhan. “Mas, aku bisa jelasin. Semua ngak seperti yang Mas duga,” ucapku duduk di tempat tidur sambil menahan perutku yang sedikit sakit karena di banting Mas Farhan tadi. “Kamu mau jelasin apa Luna. Kamu turun dari apartemen dan menemui laki-laki itu di café. Dan kemarin, kamu membawanya ke café saya masih diam. Hari ini, kamu benar-benar menginjak-injak harga diri saya sebagai seorang lak-laki,” Mas Farhan mengeluarkan amarahnya. “Dia bilang ngak bakal ganggu aku lagi kalau aku mau ketemuan sama dia hari ini, makanya aku ketemu sama dia Mas. Itu hanya obrolan biasa, ngak ada yang berlebihan kok.” “Ngak berlebihan,” Mas Farhan tertawa sumbang. “Kamu pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD