Part 8

2015 Words
Nia POV Sudah 30 menit berlalu......tidurku gelisah.....mata ini tidak mengantuk lagi. Pikiranku kembali mengingat pertemuan dengan Raka. Sungguh sulit hanya untuk melupakannya.... biasanya kalau aku seperti ini Adri akan ikut gelisah dan tidak mau tidur. Kuregangkan otot tubuh...ya walau hanay setengah jam rasanya sudah cukup.... aku ingin menengok Adri di apartemen Kak Olive di lantai bawah.... kamarku dan kak Olive hanya beda 1 lantai.... " drew" panggilku " hmmmm" dia menjawab namun masih fokus di layar laptopnya. " andrew..bisa nggak kalau aku ngomong lihat kesini!" Dia menatapku.....lalu nyengir kuda. " galak amat.....kesambet bekas setan Raka" godanya.. Berhasil sudah Andrew membuat pipiku merona... " jangan ahlikan pembicaraan, Tuan!" lototku.. " mau apa, sayang! Mau di bobokin atau mau minta Raka bobokin...hmmmm" godanya lagi.. Sepertinya otak Andrew bergeser dari timur ke barat.... " sudahlah!!! Capek bicara denganmu...aku hanya bilang aku mau ke kamar Kak Olive...nanti jangan panik jika kamu nggak nemuin aku di kamar" " hmmm.........hmmmm......" angguknya lagi menatap laptop " jangan selingkuh ama Raka ya" sahutnya cuek Kuputar bola mataku dan mendengus...... selalu saja seperti ini, dia sering menggodaku dengan membawa nama Raka...... kulangkahkan kaki menuju apartemen Kak Olive.... ingin memastikan kalau Adri sudah tidur atau tidak..... Terdengar sedikit suara keras dari kamar kak Olive yang pintunya tidak tertutup rapat...kudekatkan telingaku dan mengingtip ke dalam....semakin dekat suara itu semakin jelas.. dan itu kupastika suara Raka.....kenapa dia kesini dan apa yang dia inginkan. Kudengar dia membentak kak Olive....tunggu dia membawa nama Adri dalam..... pertengkaran mereka...gawat...... " kak!!!! siapa Adri?" " jawab kak!!!!!!!!!!!!" bentak Raka lebih keras. Raka semakin ngotot minta jawaban pasti dari mulut Kak Olive..... Aku semakin khawatir.....aku ingat Kak Olive pernah bilang...Raka Kalau sudah marah bisa sangat tak terkontrol. Aku takut dia semakin menekan Kak Olive.... aku langsung masuk kedalam apartemen Kak Olive..... " bunda!!!!!!" teriak Adri melihatku... Aku sedikit gugup ...dengan adanya Raka disini........Raka melihatku intens... " jawab Kak!!!!! Ini anak siapa?" tanyanya lagi Kulirik kak Olive..... ternyata Kak Olive meliriku......kutatap Kak Keinan...... " tolong aku kak!" mantraku dalam hati..... "hmmmm......ehhh...hmm...eh.... Adri anak kakak, Ka" jawab kak Olive terbata. Aku bisa bernafas lega.......akhirnya kak Olive mau menjawabnya walau sedikit ragu...kuperhatikan mimik di wajah Raka ingin melihat respon mendengar kenyataan Adri adalah anak kak Olive... dia sedikit kaget tentunya..... kak Olive yang dikenal tertutup tiba-tiba saja hadir dengan membawa seorang anak... " Adri ikut bunda saja, ya...mami dan papi lagi ada tamu" kataku memanggil Adri " tidak perlu...aku juga akan pergi..ini sudah malam......" dia menyelaku sedikit kasar. " dasar manusia goa nih orang....kenapa juga aku bisa jatuh cinta dengan lelaki ini" batinku " kak" lanjutnya" besok aku ingin bertemu dengan kakak dan b******n ini" Dia menunjuk kearah kak Kei...... " apa-apaan ini enak aja dia memanggil kakak ku bajingan........lebih bagus kusemprot juga mulunya dengan obat nyamuk" ku lototkan mataku kearahnya........memberi peringatan dengan ucapan kasarnya. " aku pulang kak" pamitnya Dia mendekat kearahku...memang pintu keluar ada di belakangku.....aku semakin salah tingkah ketika dia semakin dekat. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku...aku semakin salang tingkah dan merona ( bisa-bisanya merona dalam keadaan segenting ini). Dia menyentuh wajahku....lalu...lalu bibirnya mendarat mulus di dahiku....jantungku semakin berpacu dengan sentuhannya kuharap dia tidak mendengarkan suara jantungku yang seperti kuda. " Nia tunggu pembalasanku" bisiknya ketika lebih lama mencium keningku.. Apa maksudnya? Pembalasan apa?....otakku tak berpikir jernih sekarang.....kenapa dia seperti ini.....bukan Raka yang dulu....kulihat senyumnya sedikit licik...... Aku mengikuti arah langkahnya. " kurang ajar" batinku...dia sengaja. " Andrew" sahutku lemah.. Andrew melirikku dengan sebelah alisnya terangkat.. ... kupandangi Andrew ragu. " maafkan aku" kucoba membela diri. Yang kudapat hanya senyuman kekecewaan di raut wajahnya....aku mengecewakannya... " aku hanya ingin menyampaikan sesuatu!!" kata Andrew.. " ya duduklah, Nia...Andrew" kata Kak olive.... Aku mengambil duduk di sebelah Kak keinan....kulihat wajah Kak Kei......sedikit lebam..aku yakin ini perbuatan Kak Raka....selain dingin kak Raka juga punya sifat main pukul orang... " ini perbuatan Raka kan Kak?" tanyaku menyakinkan. Kak Keinan hanya meringgis menahan perih di wajahnya. " sini kak, kulihat lukanya" kataku menyentuh luka memar di wajah Kakakku. " berani sekali dia!!!.......dasar tak punya hati....maunya apa sih!! " gerutu ku " hmmm...hmmm" sindir Andrew Mataku melotot menatap Andrew " apa!!!!! Aku tidak membelanya.....lihat apa yang telah dia lakukan kepada Kak Kei.......awas aja kalau ketemu...akan ku balas dia.........sudah kak pecat saja dia dari rumah sakit kakak......bagaimana bisa seorang Dokter temperamen kayak gini" lanjutku tanpa memperdulikan Kak Olive... " gimana mau balas......ketemu dia aja bisanya diam tak berkutik" lagi-lagi kudengar sindiran Andrew. Kak Kei, kak Olive dan Andrew tersenyum.....ku pikir mana berani aku menemuinya apalagi marah kepadanya...seandainya terjadi mungkin sebaliknya...aku akan pulang denga air mata karena mulut Kak Raka. " oia.....mumpung semua ada disini....aku mau izin...besok aku mau balik dulu ke Amerika....ada pekerjaan yang akan ku selesaikan" timpal Andrew.. Sedikit kaget mendengar berita dari mulut Andrew.... "berapa lama? Nanti aku gimana?" tanyaku.. " kamu mau ikut??? " tanya Andrew.. Aku ragu ikut atau nggak....nanti aku ikut Adri dengan siapa...lagian Adri sudah kudaftarkan di sekolah International disini..nggak mungkin kan besok hari pertama langsung ambil liburan. " Adri besok masuk sekolah..nggak mungkinkan langsung bolos" " Daddy.....besok Adri sekolah berarti Adri nggak ikut Daddy..ya" Adri menyela Aku mengangguk menyetujui.... " sudah kuduga..........Adri atau...................." Andrew menyipitkan mata menggodaku lagi. " udah ya.....aku nggak mau ribut nih....... sekali lagi nyindir........ ku blender mulutmu" kataku judes. Yang lainnya terkekeh termasuk Adri...mereka semua terbiasa dengan pertengkaran kami setiap saat dan setia hari....sudah makanan mereka. Andrew menunjuku " tahu nggak Kak Olive.....dia galak setelah ketemu adik kakak.......lebih baik kakak jauhkan dia dari Raka...agar otaknya tidak terkontaminasi dengan sifat Raka" " apaan sih...." ******************** Nia POV Subuhnya, aku, Adri dan Keinan mengantarkan Andrew ke Bandara. Pesawat yang ia tumpangi berangkat jam 6 pagi. Adri kelihatan mengantuk di bangunkan sepagi ini, dia juga tidak mau ditinggalkan dengan Kak Olive. Untung Adri ikut kami, karena kak olive juga ada dinas pagi ini. " nah berangkat sekolah" sahutku menyemangati Adri di apartemen. Kak Keinan sudah pergi mengurus cabang perusahan Daddy dan momy, selain rumah sakit kak Keinan juga memiliki perusahaan di bidang tambang. " nanti bunda nungguin Adri di sekolah?" tanyanya memakai baju. " Adri mau bunda tungguin...nggak malu kan?" aaku juga berpikir akan menungguinya di sekolah...aku harus kerja apa...walau dulu memang seorang dokter...sekarang kak Keinan melarangku untuk bekerja.....tapi aku mau bekerja ya walaupun di rumah sakit kak Kei...rencana pulang dari sekolah Adri aku akan menemui kak Keinan. Biasanya kalau sudah siang kak Kei sering menghabiskan waktu di rumah sakit...gayanya ada menilai pekerja disana...paling mau menggoda kak Olive. Setelah 2 jam menemani Adri yang baru masuk sekolah...aku mengajak Adri kerumah sakit...dia jangan ditanya lagi...dia sangat senang berda disini....katanya sekarang temannya bertambah banyak di rawat di rumah sakit ini. " Adri ketempat teman Adri dulu ya bun" " jam makan siang kesini ya....kita nanti makan pizza di luar" kataku mengingatkan Saking semangatnya dia hanya menangguk membalas perkataanku.... Sebelum keruangan kak Kei...aku memutuskan keruangan Raka dulu...aku ingin menanyakan kenapa mudah sekali dia menyakiti kakakku....aku sudah tahu dia bekerja disini bahkan dimana ruangannya pun akau tahu...( kepo ku kumat lagi). Tokk...tok...tok ku ketuk pintu ruangannya... Jantungku berlomba lagi...selalu seperti ini. " masuk" sahutnya dari dalam. Ku buka pintu ruangannya.....aku cukup kaget...ternyata dia tidak sendiri...disana terlihat ada Aileen....oia aku akan mencari waktu untuk berbicara pada sahabatku. Yang kuherankan saa ini adalah sejak kapan dia begitu dekat dengan kakaknya ini. Baik kak Raka atupun Aileen juga kaget melihat kehadiranku. " duduklah" " tidak perlu...aku hanya sebentar" sahutku dingin.. Dia hanya diam........ " kakak bisa nggak sekali saja tidak menyakiti orang..... kalau kami ingin melaporkan...... kakak pasti masuk penjara" " dia pantas mendapatkannya" katanya enteng " orang b******k seperti Keinan pantas untuk dipukul, supaya dia sadar" " heh" dengusku " berarti aku bisa juga seenaknya pukul kakak, agar kakak sadar" sindirku. " kak aku pergi dulu" kata Aileen bangkit dari duduknya.. Dia meliriku sebentar....... Aku menahannya " bisakah kita berbicara" kataku Dia melepaskan tanganku kasar " telat...aku sibuk aku harus kembali kerja" " aileen, please....tidak sekarang juga tidak apa-apa....lain waktu" " liat dulu" sahutnya dingin meninggalkan ruangan Raka. Aku kembali fokus dengan orang di depanku... " ini yang terakhir kalinya kakak memukul kak Kei!!" " kenapa? Kamu begitu khawatir apa kamu juga sama sepertinya.....mencintai saudara kandung sendiri" Aku melotot..... " atas hak apa kakak mengambil kesimpulan seperti itu" tantangku. " atas sakit hatinya seorang adik ketika melihat kakaknya dicampakkan karena lelaki yang dia cintai lebih mencintai adik kandungnya" suara Kak Raka meninggi. " kak Keinan bukan seperti itu" " tahu apa kamu tentang hal ini......semua yang berhubungan denganmu menjadi nomor satu untuknya.......apa kamu tahu kak olive depresi karena hal ini...........kamu tidak liat betapa hancurnya kakakku karena kakakmu" bentakku " Raka kamu salah paham" kak Olive datang tiba-tiba. " diam kak!!!" bentak Raka " biarkan aku menjelaskan pada Nia...siapa kakakknya dan perasaan Keinan kepadanya" " apa maksudnya ini.............kak Keinan tidak pernah bercerita sedikitpun kepadaku" batinku. " asal kamu tahu kakakkmu mencintaimu, Nia.....keinan lebih memilihmu dari pada kakakku.......melihat kakakku memohon kepadanya menangis dihadapannya bahkan sujud di kakinya....tak satupun di hiraukan Keinan.....bagi dia kamu adalah segalanya..........kamu menjadi penghalang antar cinta kakakku dan kakakmu........maka dari itu aku membencimu........MEMBENCIMU" teriaknya.. Air mataku jatuh mendengar kenyataan ini, aku kembali mengingat sifat manjaku kepada Kak Kei.....dulu aku memang sangat egois...semua yang aku inginkan harus ada...jika aku menginginkan kak Keinan .....kak keinan harus ada di sampingku secepatanya. Aku tak menyangka sifatku dulu mematahkan hati wanita yang sangat baik ini yang berada di depanku. Sayangnya kak Keinan kepadaku....harus dibayar dengan menghiraukan kak Olive. " dulu............ketika aku mengetahui kalau adik pria yang kubenci mengejarku....mencintaiku..ini menjadi alasanku untuk membalaskan dendamku kepada Keinan. Agar keinan merasakan sakit hatiku melihat kak Olive memohon kepadanya, dan melihat adiknya memohon cintaku...bukankah itu imbang, Nia" lanjutnya tidak mempedulikan hatiku. Perih hatiku mengetahui kak Raka sengaja membalaskan dendamnya kepadaku...pantas dia begitu dingin terhadapku. " melihat air matamu.......adalah hal yang paling aku inginkan....memohon dan mengemis cinta padaku....aku puas" " cu....cu..kup kak" lirihku. " maka dari itu kakak begitu teganya menyakitiku,hah" " aku membencimu...........agar dia sadar sakitnya memohon........sekarang dia kembali kepda kakakku.........karena dia sadar cinta kalian tidak akan pernah bersatu" " cukup Raka...............jangan sakiti hati Nia lagi.....sudah cukup dulu kamu membuatnya terluka" " kakak menang...........kakak berhasil membalas sakit hati kakak............aku minta maaf karena keegoisan ku dulu"aku tumpahkan airmataku dihadapannya.....tak ingin kutahan lagi.....semuanya sudah jelas untuk apalagi ditahan. " aku tulus mencintai kakak............ bagiku kakak adalah segalanya...aku tahu aku memiliki sifat kekanak kanakan...aku akui itu kak. Tapi aku tak menyangka sebesar itu kakak membenciku" tangisku pecah.. " yang ingin kuberi tahu adalah.........kakakku Keinan tidak seperti yang kakak bilang.....dia lelaki baik dan tidak akan menjadikanku obsesinya.........asal kakak tahu...aku dan Kak Keinan bukanlah saudara kandung" akhirnya Kulihat kak Raka dia begitu syok mendengar penjelasanku. " kak Keinan berhak mencintaiku karena kami tidak ada ikatan saudara kandung.........dia bukan lelaki gila yang mencintai saudaranya........cinta dan perhatian kak Keinan terhadapku murni cinta kakak kepada adiknya.... aku sangat yakin dan merasakannya" Aku berbalik keluar " maaf kan aku kak Olive.....aku tidak tahu kakak sesakit itu" kataku berlari keluar.... Ketika membuka pintu....Kak Keinan sudah berdiri disana....aada sedikit air mata di pelipisnya. Aku tahu kak Keinan mendengar semuanya... Aku memeluk kak Keinan menumpahkan air mataku " maaf kan aku kak!!! Karena aku kakak mengorbankan cinta kakak" isakku Kak Keinan mengusap lembut punggungku " sudahlah... Nia.....kakak yang seharusnya minta maaf..karena kakak kamu menerima perlakuan yang tidak baik dari Raka..." katanya. Aku semakin meraung.............aku sudah banyak menyusahkan kakakku dia adalah malaikat pelindungku..... " tunggulah kakak di ruangan kakak.......kakak akan berbicara dengan Raka" Aku mengangguk ......... meninggalkan mereka...tak sanggup mendengar lebih banyak lagi. Sekarang semuanya jelas, dia sangat membenciku tidak ada cinta dihatinya untukku. Aku yang salah memang dari awal semuanya kesalahanku. Aku menyakiti Kak Keinan dan Kak Olive, ternyata sifat manjaku dahulu menyakiti perasaan banyak orang. Aku sudah mendapatkan balasannya, Tuhan tidak akan memberikan kebahagian untuk ku. ******
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD