Part 7

1166 Words
Raka POV Benarkah yang diucapkan Aileen, bahwa Nia masih mencintaiku atau setidaknya masih ada harapan untukku dihatinya. Siang tadi aku begitu yakin setelah apa yang dikatakan Aileen, tentulah dia sangat mengetahui watak sahabatnya, sekarang rasanya aku putus harapan lagi ya. Ahhhh ......masa bodoh ada atau tidak adanya harapan pokoknya aku harus berusaha merebut Nia. Menatap pemandangan jalanan kota Jakrta di malam yang sunyi, sedikit senyum setanku memikirkan rencana-rencana mendekati Nia. " tunggu balasanku, Nia....Andrew maaf merebutnya darimu. Akan kupastikan dia akan memilihku" lirihku menyesap secangkir kopi. " tunggu dulu, jika Nia ada disini pasti b***ngan dan ke***at yang telah membuat hidupku hancur pasti juga disini" " kenapa aku tidak berfikir tentang dia, jika Andrew suami Nia. Nah si Keyne itu kemana?? No...no... jangan bilang dia kembali............" aku masih berkutat dengan otakku. Aku merasa makin b**o saja belakangan ini. Tanpa pikir panjang kusambar jaket dan kunci mobilku........ Aku harus memastikannya sendiri....sebelum dia masuk dan melukai perasaan orang yang kucintai.... *********** Nia POV Melamun di dalam kamar apartemen sendiri, serta memutar otak dengan kejadian siang yang kualami. Melihat kembali dia yang telah 6 tahun ini sangat kurindukan.....dia begitu berbeda dari yang dulu. tentu seperti yang kubilang bertambah tamban, semakin dewasa dan tetap sedingin dulu. Matanya tetap sama memandangku.....dia memang manusia dingin...... 6 tahun kutinggalkan tidak juga bisa membuatnya rindu kepadaku... Aku sudah terlalu berlebihan, berharap dia merindukanku atau setidaknya dia sedikit menyapaku... " apa salahnya coba ucapkan, Hi Nia apa kabar? Susah sekali....dasar es...sekali es nggak bakaln berubah jadi api" gerutu ku melangkah ke dapur melihat sedikit makanan pengganjal perut. Sekali lagi pikiran ku tentang Raka membuat otakku ngelantur, aku kembali melamun.. " memikirkanku atau memikirkan mantan" pelukan hangat Andrew menyadarkanku dari lamunan Raka. " kepo deh ya!!" gerutuku melepaskan pelukannya... " wowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww" lolongannya panjang. Kupikir otak Andrew telah terkontaminasi dengan sinetron di Indonesia. " nonton sinetron apa? Kesmabet kayak gini?" Dia menaikan satu alisnya " wowww" sahutnya lagi " apa sih waw, wiw,wuw,wew,wow" kesalku melemparnya dengan bantal Andrew mengambil duduk di sebelahku dia atas tempat tidur... Andrew merangkul dan memelukku... "Raka benar hebat tidak perlu membutuhkan seharian, dia bisa membuatmu ceria seperti ini" godanya mengedipkan mata. "huh" hembusan nafas frustasi. " Raka tetaplah Raka yang dingin dan tidak akan mencair walaupun telah kutinggalkan 6 tahun. Tetap tidak ada cinta untukku di hati dan matanya. Bagi dia aku tetaplah sama, Nia wanita yang paling di bencinya" ku tumpahkan keluh kesahku, sedikit cairan bening hinggap dimataku. " hei....hei... sudah lah kamu sudah punya aku, Adri, kak Keyne dan maminya Adri" Andrew mengusap air mataku. Aku kembali teringat dengan malaikat kecilku itu.... " oh iya....Adri mana? Bukannya dia ikut dengamu tadi?" " iya tadi......tapi di bawa papinya mengunjungi maminya......anak itu nggak sama bundanya, daddy, papi dan maminya manjaaaaa aja bawaannya" Andrew menatapku licik " manja serta keagesifannya turunan kamu bundanya, kebaikan dan hangatnya turunan dariku....nah diam dan kalamnya turunan siapa ya? Kak Keinan kali" sahut Andrew panjang dia memandangi ku dan sama berfikir lalu kami tersenyum. " yang terpenting semua orang dapat menerima dan menyayangi Adri itu yang terpenting" Aku menguap mata sudah sangat lelah, berharap besok menjadi hari bahagia dari hari ini.. " goodnigh, Belv....., butuh sesuatu, panggil saja...ada beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan" Aku mengangguk " goodnight, Drew...jangan terlalu larut" ******** Raka POV Perasaanku sungguh tak enak. Sepanjang perjalan menuju kesini hatiku tak tenang memikirkan pria itu. Aku tidak akan memaafkannya... tidak akan bisa dia menyakiti keluargaku. Cukup dulu membuat aku semakin jijik melihatnya, malah melepaskan kekesalanku kepada yang tidak bersalah. Dia harus bertanggung jawab. Kupercepat langkah kaki ini agar samapai secepatnya. Aku yakin dia ada disini.... Aku sampai di kamar 611, ku tekan pasword kamar apartemen...... Sudah kuduga dia disini, aku menyaksikan dia sedang memeluk seorang wanita " b******k" aku menerjangnya... " Raka hentikan......berhenti memukulnya" Tidak kuhiraukan leraian, yang terpenting menghajar lelaki di depanku....masa bodoh dengan penjara aku tidak peduli.. Bugh.....bugh... terjangku " Hentikannnn!!!!!!!!!!!!" Aku menatap kearah wanita yang kusayangi ini.....beraninya dia berbuat seperti ini setelah apa yang telah kulakukan untuk membuat pria ini menjauh. " kakak lebih memilihnya daripada aku, iya kak!!!!!?" tanyaku megap-megap mengambil nafas. Kak Olive menangis menolong Keinan berdiri dan menghiraukanku... Aku tetap berdiri angkuh melihat drama romatis tersebut.... " Kau!!!!!!" tunjukku kearak Keinan " berani sekali kau menampakan wajahmu dihadapan kakakku setelah apa yang telah kau perbuat padanya dulu" Kak Olive menarikku duduk agar menenangkan emosi. " kamu tidak boleh menilai seseorang dengarkan dulu alasannya baru mau marah silahkan" " dengarkan apalagi sih, kak? Dia mencampakkan kakak hanya untuk menuruti nafsu gilanya" bentakku keras. Aku mendongkakkan kepalaku " kau mengejar kakakku setelah di campakkan oleh wanita yang kau cintai tapi tak mencintaimu, HAH!" Keinan memegang pelipisnya yang lebam " tidak seperti yang kamu pikirkan. " kau pikir aku bodoh!!!! Kau jelas-jelas mencintai Nia, dan rela meninggalkan Kak Olive hanya untuk obsesimu terhadapnya" Keinan adalah kekasih kak Olive, pria yang sangat dicintai Kak Olive. Karena Keinanlah Kak Olive sampai sekarang tidak menikah, dia masih berharap Tuhan berbaik hati mengembalikan Keinan kepadanya. Walau dia tahu keinan itu mengidap sister complex. Dia mencintai Nia adik kandungnya sendiri..... Apapun akan dilakukan Keinan untuk membuat Nia bahagia, nyawa sekalipun akan diberikannya kepada Nia. Bahkan dia rela membuat hati kak Olive hancur berkeping-keping hanya memilih Nia........ dia benar laki-laki gila. " kau pikir aku tidak tahu, Nia sekarang sudah menikah dan memiliki anak" bentakku lagi lebih keras. Baik Keinan dan Olive menatapku tak percaya......... "mami....papi" suara anak kecil menyela di belakangku............... " Adriii" lirihku menatapnya........ " sini sayang dekat mami" kak olive membawa Adri kepangkuan antara dia dan Keinan. Ada apa ini sebenarnya, aku pusing melihat keanehan ini. Adri ini anak siapa .....Nia dengan Andrew atau Keinan dan............. " kak siapa Adri? Tanyaku kepada Kak olive..... Kak Olive memucat....... " jawab kak!!!!!!!!!!!!" bentak ku Mereka saling memnadang mungkin ingin mencari jawaban yang masuk akal...... " bunda!!!!!!" teriak Adri dari pelukan Kak Olive memanggil Nia yang baru datang di belakangku... Kualihakan pandanganku antara Kak Olive....Keinan serta Nia yang baru datang.... " jawab Kak!!!!! Ini anak siapa?" tanya ku mengulang..... Kak Olive kali ini memandang Nia.....yang juga ikut memucat..... "hmmmmm.....eh...eh....ini anak kakak. Ka" akhirnya kak olive bersuara.... Ku dengar Nia menghembuskan nafas...... " Adri ikut bunda saja, ya...mami dan papi lagi ada tamu" kata Nia menarik Adri.. " tidak perlu...aku juga akan pergi..ini sudah malam......" " kak" kutatap kak olive " besok aku ingin bertemu dengan kakak dan b******n ini" tunjukku kearah Keinan.. Alhasil....kudapat pelototan dari Nia.....aku sangat senang dia juga sudah mulai merespon dengan kehadiranku... Nia masih berdiri di belakangku didekat pintu keluar............ " aku pulang kak" pamitku.. Kulangkahkan kakiku keluar dari apartemen kak olive......Nia sedikit salah tingkah ketika aku hampir dekat dengannya....kutatap dia....Nia menunduk....kudekatkan wajahku kearahnya...Nia semakin salah tingkah... Kusentuh pipinya...dia sedikit kaget dan melototiku....lalu kukecup dahinya,,, " Nia tunggu pemabalasanku" lirihku dengan ciuman panjang di dahinya... Kulangkahakan kaki keluar apartemen dimana Andrew dari tadi telah melihat adeganku dengan Nia...aku sudah tahu dan aku sengaja.... Hmmmm......rencana pertama girangku dalam hati yang sepertinya berhasil..karena kudengar suara panik Nia melihat suaminya ada di belakang... ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD