Empat belas

1066 Words

Baik Sia mau pun Maya menoleh ke sumber suara. Di sana, mereka dapat melihat Lia dan temannya yang sedang berdiri tak jauh darinya. Ketika pandangan mata mereka bertemu, Lia tersenyum kemudian melangkah maju mendekati tempat Sia. Sedangkan ditempatnya, Sia mengerutkan dahinya melihat sikap Lia yang diluar tebakannya. "Kenapa kamu ada di sini?" tanya Lia ramah, seakan dia adalah Lia yang dulu sangat disukai oleh Sia. "Kamu bisa melihat dengan matamu sendiri apa yang sedang aku lakukan," jawab Sia datar. Lia menggigit bibir dalamnya. Berusaha sabar sebisa mungkin. "Apakah kamu sedang memberikan semangat kepada temanmu?" Mendengar perkataan Lia membuat Sia mual. "Menurutmu?" "Sepertinya ucapanku benar. Laki-laki mana yang menarik perhatianmu?" tanya Lia sambil mengedarkan pandangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD