Lima belas

933 Words

Sang surya yang sudah mulai mengakhiri jadwal terbitnya mulai kembali bersembunyi dan beristirahat. Tapi tidak dengan dua anak manusia yang masih duduk di bangku panjang depan sekolah. Tempat yang biasa menjadi markas para ibu-ibu menjemput anak mereka yang masih duduk di sekolah dasar yang berada tepat di sebelah sekolah. Pandangan mata Maya tidak lepas dari wajah Sia. Entah apa yang sedang dirahasiakan oleh temannya itu sehingga tak ada satu pun kata yang keluar setelah tadi ia dibawa pergi oleh William. Hanya saja sekarang Maya dapat melihat sebuah hansaplast tertempel rapi di sisi sikunya. Pastilah itu bekas luka cakaran yang diterima Sia dari Lia saat mereka berkelahi tadi. Hanya saja Maya tidak habis pikir, bagaimana bisa William melihat luka itu? Padahal dirinya saja yang berdiri d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD