Bab 51

2767 Words

Wiratama menatap jam tangannya sekilas, lalu meneguk sisa teh di cangkir. “Papa harus ke kantor nih, Bening. Ada meeting sama tim proyek jam sepuluh.” Bening yang duduk di seberang meja langsung berdiri. “Oh, udah mau berangkat, Pa? Aku anter ya sampai depan.” “Gak usah,” kata Wiratama sambil tersenyum. Ia meraih jasnya yang tergantung di kursi dan memakainya pelan. “Kamu mending temenin suamimu di kamar, takutnya Banyu ngerasa pusing lagi.” Bening membantu menepuk bahu jas ayahnya, memastikan kerahnya rapi. “Maaf ya, Pa. Suasananya tadi malah jadi agak tegang. Mas Banyu tuh lagi nggak enak badan, mungkin itu yang bikin dia banyak diam dan sekalinya ngomong malah begitu.” Wiratama menggeleng pelan. “Papa ngerti. Banyu pasti banyak pikiran. Papa malah senang bisa lihat kalian sarapan ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD