1
Party adalah hal yang disukainya. Di dalam party dia merasa beban terasa lepas dan hilang begitu saja. Dengan kecantikannya Farah merasa pemilik dunia malam. Sesekali ia menggerakan pinggulnya dan memainkan rambutnya eksotis. Dengan segelas minuman di tangan kirinya. Farah melirik laki-laki pemilik bokong seksi di ujung sana yang memperhatikan Farah sedari tadi. Farah tahu jika laki-laki itu menginginkannya. Laki-laki asing itu akan menjadi pelanggan pertamanya malam ini. Farah menghampirinya perlahan sambil memainkan rambutnya seakan menggoda.
"Sendiri aja di sini?" Tanya Farah sok akrab. Laki-laki itu meminum, minumannya perlahan sambil memperhatikan bahu Farah yang yang terbuka. Rasanya ia ingin segera melahap Farah dalam pelukannya.
"Iya seperti yang kamu lihat sekarang." Tiba-tiba Farah merapatkan tubuhnya kepada laki-laki itu. Farah memainkan jarinya di atas paha milik laki-laki asing di depannya. Sedikit gerakan itu memmbuat sisi kelakiannya bereaksi.
"Iya aku juga sendiri."
"Btw, siapa nama kamu?" tanyanya.
"Nama aku Farah. Kalau kamu?"
"Nama saya Arif."
"Kamu masih single?"
"Engga saya sudah menikah. Tapi sedang ada masalah." Farah seperti cepat menangkap sinyal kalau ini adalah saat-saat yang tepat untuk menggaet pelanggan pertamanya di malam ini. Biasanya permasalahan pernikahan karena rasa jenuh antar pasangan hingga membawa mereka ke tempat ini. Mencari kesenangan yang tidak bisa didapatkan di rumah oleh pasangan mereka.
"Mau refreshing?" Tanya Farah yang duduk di pangkuan Arif. Matanya mengerling nakal. Bibir Farah yang merah sengaja dibuat gerakan seksi. Arif langsung berdeham, menahan nafsunya.
"Atau mau minum dulu?" tawar Farah. Inilah cara Farah untuk membuat pelanggannya santai, dengan cara tidak mendesak.
"Boleh. Kamu mau minum apa?'
"Apa aja." Dalam hati Farah berharap kalau Arif memesan minuman berkadar alkohol tinggi, agar permainan bisa Farah yang mengendalikannya.
"Vodka 2 gelas." Farah memanggutkan kepala.
Pas!
Tak lama pelayan membawakan 2 gelas vodka. Farah mengangkat gelasnya menandakan ia akan meminumnya. Begitu juga dengan Arif. Farah memesan 4 gelas lagi. Arif menurut saja dengan permintaan wanita cantik di pangkuannya.
Siapa yang bisa menolak Farah? Tubuh seksi impian para lelaki untuk menikmatinya.
Saat Arif sepertinya sudah ½ sadar, Farah membopong Arif. Farah memberikan kode kepada Dio si laki-laki penyalur tenaga kerja malam itu.
"Langsung aja ke atas." Bisik Dio di tengah musik yang begitu kencang. Farah sudah hafal tempatnya bekerja. Hanya saja maksud Farah tadi memberikan kode untuk Dio adalah membantunya membopong Arif ke atas.
Percuma saja, Dio kan manusia berhati dingin, mana mungkin peka dengan kode dari Farah.
Farah mendorong pintu dengan tubuhnya karena satu tangannya lagi melingkar di pinggang Arif. Dengan susah payah Farah berjalan ke atas kasur dan melempar Arif ke atas kasur. Farah menghembuskan nafas kasar dan menggeleng-gelengkan kepala. Walau tubuh Arif terlihat proposional, ternyata saat tidak sadarkan diri Arif terasa berat.
Arif duduk dengan susah payah. Ternyata 3 gelas vodka sangat memabukan untuk Arif. Farah bisa tahu kalau laki-laki di depannya jarang ke diskotik ini. Farah tersenyum penuh kemenangan. Farah membuka dress merahnya dengan gerakan menggoda di depan Arif. Arif tersenyum dengan mata ½ tertutup. Farah tahu hal kecil seperti gerakan-gerakan saja bisa membuat pelanggan merasa puas.
Farah membuka kancing kemeja Arif satu per satu. Arif hanya pasrah saja tidak melawan saat pakaiannya dibuka. Farah juga membuka celana Arif. Farah bisa melihat dengan jelas perut Arif yang sedikit buncit. Ciri khas laki-laki yang sudah menikah.
"Mau mulai sekarang?" Tanya Farah dengan nada setengah berbisik. Arif memanggutkan kepalanya.
Show time..
Tonight I want all of you tonight
Give me everything tonight
For all we know we might not get tomorrow
Let's do it tonight
Don't care what they say
All the games they play
Nothing is enough
'Til they handle love (let's do it tonight)
I want you tonight
I want you to stay
I want you tonight
Grab somebody sexy, tell 'em hey
Give me everything tonight
Give me everything tonight
Pittbull – Give Everything Tonight
Perlahan Farah menyentuh tubuh Arif, memberikan sedikit gerakan yang menstimulus Arif. Membuat Arif mengeluarkan sedikit suaranya. Karena mood Farah yang ingin cepat permainan selesai. Farah langsung menggoda pusat titik kepuasan laki-laki. Farah memainkannya dengan cepat tanpa hati. Hanya Arif yang menikmatinya dengan suara-suara desahan. Setelah suara desahan tidak lagi terdengar dan lawan mainnya melemas dengan kepuasannya. Farah turun dari tubuh Arif. Farah mengambil rokok di laci yang ia selalu simpan.
Selepas bercinta memang lebih nikmat merokok. Farah memakai kembali pakaian dalamnya. Farah mengambil celana hitam Arif yang tergeletak begitu saja di karpet merah. Sebuah dompet hitam menyembul menggoda tangan Farah untuk mengambilnya.
Farah mengangkat celana itu dan mengambil dompet di celana Arif dan kembali melemparkannya ke bawah. Saat membuka dompet hitam itu Farah melihat foto Arif dengan istrinya tersenyum bahagia. Farah hanya mendecak saja dan memperhatikan Arif yang tertidur karena lemas dan mabuk.
Benar menurut Farah cinta itu cepat memudar. Karena cinta dan nafsu hampir mirip dan sulit untuk dibedakan. Kebahagiaan itu hanya lewat begitu saja dan lihatlah korban cinta di depannya. Tanpa lama-lama menatap foto itu, Farah mengambil 6 lembar uang merah di dompet Arif. Farah melemparkan lagi dompet yang sudah dikurasnya.
"Thanks ya mas buat mala mini. Semoga kamu cepat kembali lagi dengan istri kamu." Bisik Farah ke Arif yang hanya diam saja. Seperti tidak melakukan apa-apa dengan laki-laki asing di depanny, Farah kembali mengenakan dressnya dan keluar kamar begitu saja.
"Mantap gak?" Tanya Dio yang sudah menunggu Farah dari tadi di depan pintu kamar.
"Cuma main 10 menit udah tepar boss! Bagus si jadi gak nguras tenaga gua." Canda Farah tertawa lebar.
"Dapat berapa lo?"
"Ya lebih banyak lah daripada om-om ecek-ecek."
"Mana bagian gua?"
"Ah lo, gak nyariin gua mangsa masih aja minta bagian."
"Eits, lo kan banyak duit karena gua kenalin sama dunia malam penuh keberuntungan ini."
"Iya deh iya." Farah mengambil selembar kertas merah dari balik bajunya.
"Nanti kalau gua nemu mangsa lagi, pasti gua kasih lo lebih banyak."
"Yaudah sana mejeng lagi deh.." usir Dio. Farah menguncir rambutnya dan mencempol rambutnya agar memperlihatkan leher jenjangnya. Kalau sudah dapat 3 mangsa, barulah Farah bisa istirahat dan bersantai untuk 2 hari. Untung saja madu dan berbagai vitamin juga olahraga membuat Farah bisa tahan beronde-ronde. Tentu saja Farah mensyaratkan semua harus menggunakan pelindung agar tidak terjadi penyakit s*x menular.