Dilamar

1639 Words

Bagian 32 Di sinilah aku sekarang. Mengunjungi Ayah, Mama dan Kakak di tempat peristirahatan terakhir mereka. "Maafkan Aira. Ma, Yah, kak! Aira telah menikah dengan anak dari orang yang telah membunuh kalian. Maafkan karena Aira tidak mencari tahu tentang peristiwa kecelakaan itu. Aira sangat terpuruk saat itu karena kehilangan kalian, maafkanlah atas kelalaian Aira." Air mataku mengalir deras saat menatap makan orang-orang yang sangat kusayangi. "Aira rindu kalian, Yah, Ma, Kak." Sekuat apapun aku menahan air mata agar tidak jatuh, tetap saja tak bisa. "Ma, Yah, Kak, orang yang seharusnya bertanggung jawab atas tragedi itu sekarang sudah dipanggil Allah. Biarlah beliau mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan Allah." Ya, segala perbuatan yang kita lakukan akan mendapat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD