Arsa hanya melongo saat Amelia menghempas tangannya dengan kasar. Ia menatap Amelia yang kini juga menatapnya dengan tatapan tajam. Wanita yang setia menemaninya dari nol itu seolah tidak ada rasa takut sama sekali pada Arsa. Haruskah Arsa menampar istri yang telah berjuang melahirkan ketiga anaknya itu? "Apa yang mau kamu bicarakan?" Amelia mengatakannya sambil menatap Arsa yang kini hanya diam. "Jika membahas simpananmu maka aku tidak akan tertarik sama sekali. Aku sudah membuat keputusan bulat. Aku mengajukan gugatan cerai!" lanjut Amelia dengan nada tinggi, tetapi tidak berteriak karena takut mengganggu ketiga anaknya yang sudah tertidur. "Oh ... kamu berani menentangku?!" Bentak Arsa dengan suara keras. "Ya! Aku berani dan sama sekali tidak takut. Aku diam selama ini bukan berarti

