Astaga! Apalagi ini? Arsa memijit pelipisnya. Ia mendadak sakit kepala. Dua wanita itu akan bertemu? Tidak semua itu tidak boleh terjadi untuk saat ini. Berpisah dengan Amelia sama saja mengakui dengan jujur perselingkuhannya dengan Prita. Arsa tidak mau melakukan hal bodoh lagi. Cukup satu kali saja berurusan dengan Fajar dan jajaran penyidik lainnya. "Halo, Mas! Aku ngomong dicuekin. Kamu itu harus sadar, aku ga mau, ya, sampai kehilangan jabatan. Diturunkan pangkatku saja rasanya bisa jantungan. Aku susah payah untuk bisa sampai pada posisi ini." "Kamu tahu, ga, kalo saat ini lagi genting?" "Makanya biarkan aku ketemu sama Mbak Amelia. Aku akan tawarkan kerja sama. Kalian tidak akan sampai bercerai." Ucapan Prita seolah menyiram panas yang ada di dalam hati Arsa. Sosok ayah tiga a

