“Mengapa, Lee? Jelaskan!” desak Dokter Russel, pria tampan itu menyeringai usil. Dia sengaja memprovokasi Lee begitu menyadari kehadiran Jessica. Rahang Lee mengetat. Dia merasa dipojokkan. Saat Lee terikat janji pada Jessica untuk tak mengekspos putusnya hubungan mereka, Dokter Russel justru menekannya untuk mengungkapkan perasaannya pada Jeje. Jeje yang sedari tadi diam, tak ingin terjebak dalam keadaaan canggung seperti ini. Apalagi, mereka kini telah menjadi bahan perhatian beberapa orang yang mendekat. “Tak ada apa-apa diantara kami. Jangan salah paham. Permisi,” ucap Jeje, berusaha memutuskan keadaan tak nyaman ini. Jeje melepaskan diri dari pelukan Lee, dia berniat pergi secepatnya. Namun Lee menahannya. “Lepaskan, Dok,” pinta Jeje. “Tidak. Lebih baik kita buka semu

