“Lari, Dok!” Teriakan Jeje menyadarkan Dokter Russel yang termangu di tempat. Dia segera meloncat mundur, lantas menyambar satu kursi yang dihantamkannya kearah wanita yang telah menjelma menjadi monster jejadian. PRAK! Kursi itu patah, berhamburan di sekitar tubuh wanita itu namun anehnya wanita itu hanya menatap kosong, tak bergeming, seakan tubuhnya tak mengenal rasa sakit sama sekali. Dia kembali menggeram, hendak menyerang Dokter Russel. Namun lemparan sumpit alumunium yang datangnya entah darimana memukul tengkuk wanita itu keras. Dalam sekejab, wanita itu ambruk ke lantai dengan mata menatap kosong, Dia diam seperti patung. “Ya Tuhan, apa dia tewas?” tanya Jeje was-was. Dokter Russel mendekati wanita itu dan memeriksa nadi di lehernya dengan sikap waspada. “Dia pingsan

