Dokter Lee .... Mengapa saat nyawanya terancam Jeje teringat pria itu? Dan bayangan dalam benaknya seakan terwujud saat Jeje melihat sosok Dokter Lee bergerak mendekat dalam gerakan slow motion. Begitu gagah dan berkharisma, seperti tokoh hero dalam film bertema heroik. Tak sadar Jeje tersenyum geli. Ia terus tersenyum menyaksikan Lee menghajar mayat hidup itu, membekuknya cepat, dengan menghancurkan tempurung kepalanya. Crot! Sebagian darah busuk mayat hidup itu, menyembur ke lantai. Nyaris mengenai Jeje yang terbengong-bengong, sebelum Lee berteriak padanya. “Awas!” Tak hanya berteriak, Lee melindungi Jeje dengan memeluknya erat hingga darah itu mengenai jubahnya di bagian punggung. Deg! Deg! Deg! Jantung Jeje bertalu-talu kencang, dia masih dalam keadaan terpukau. Me

