5 DOUBLE DATE (1)

718 Words
# RAGA POV# Gue memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kalau boleh jujur, gue ga suka dengan hari ini. Entah apa yang ada di dalam pikiran Cimut sehingga ia menyarankan kami untuk double date. Secara pribadi, gue ga da masalah sih. Ok, maaf, gue bohong lagi. Itu masalah besar buat gue. Apalagi kalo hari ini gue juga bakalan ketemu sama calon suaminya Cimut. Untungnya hari ini ada Nicole. Setidaknya gue ga bakalan jadi nyamuk pengganggu diantara mereka berdua. Mobil gue merambat pelan di sebuah apartemen di Kota Bandung. Gue janji untuk jemput Nicole dulu hari ini sebelum kita berempat ketemu di mall Atlas. Salah satu mall yang cukup popular di kota Bandung. Begitu mobil gue parkir di underground basement, gue langsung naik lift dan memijit tombol 17 dimana kamar apartemen Nicole berada. Dulu, waktu kita masih pacaran, gue sering banget ngapelin dia ke sini. Apartemen ini juga merupakan hadiah dari papanya Nicole waktu dia lulus kuliah. Sekaligus hitung-hitung bekal untuk anaknya ketika Nicole dengan mudahnya mendapat pekerjaan dengan gaji selangit karena ia diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta rekanan ayahnya. Enak banget ya? Ga kayak gue yang benar-benar harus berjuang sendiri dari awal untuk dapat apa yang gue mau. Kerasa banget perihnya seperti apa. Yah, tapi nasib tiap orang memang berbeda-beda dan gue sudah sangat terbiasa dengan kehidupan yang keras ini. Itulah yang membentuk karakter dan pribadi gue hari ini. Mandiri dan tangguh sebagai seorang calon pengusaha muda di bidang kuliner. Ting! Pintu lift terbuka lebar dan gue langsung menuju ruangan 1745. Apartemen Nicole. Begitu gue menekan bel, sebuah tangan berjari lentik langsung menarikku ke dalam ruangan serta memagut bibirku dengan ganas. Mataku langsung melotot lebar karena kaget. Ap… apa-apaan ini!!! ………………………………………………………………………. #CIMUT POV# Gue mondar-mandir di dalam kamar tidur dengan gelisah. Tanpa sadar, gue mulai menggigiti kukuku lagi. Kebiasaan burukku yang lama kembali. Shit! Gue mengumpat dalam hati. Apa sebaiknya kubatalkan saja pertemuan double date hari ini ya? Gue baru saja mau menelepon Enrico, tunanganku untuk membatalkan acara ketika jari-jariku tiba-tiba terhenti di udara. Tapi gue juga mau ketemu sama Kak Raga! Batinku menjerit. Gue galau berat. Tidak bisa kupungkiri, sejak Kak Raga menjemputku di bandara sebulan yang lalu, perasaanku padanya malah semakin dalam. Kami juga belum bertemu lagi setelahnya. Terus terang, gue benar-benar kangen padanya. Gue mengusap wajahku sendiri dengan kedua tangan. Pertemuan double date konyol ini, gue yang berinisiatif untuk mengadakannya. Gue lalu melirik jam tanganku. 20 menit lagi Enrico akan datang menjemputku. Sebaiknya gue mulai menenangkan diri sekarang. Gue menghela nafas dalam-dalam. Hufttt….. Sejujurnya, alasan sebenarnya kenapa gue mengajukan pertemuan ini adalah…. Selain gue ingin sekali bertemu dengan Kak Raga, gue juga penasaran sekali dengan Nicole. Wanita cantik yang katanya berhasil mencuri hati Kak Raga. Sebuah perasaan tak nyaman merayapi hatiku. Jantungku bergetar oleh rasa panic. Bisakah? Bisakah gue menguasai diri ketika nanti gue bertemu dengan mereka berdua? Gue mengepalkan jari-jariku dengan erat. Berusaha sekuat-kuatnya untuk menahan gejolak hatiku. Ting! Tong! “Cimut! Enrico datang tuh!” Gue memejamkan mata dan menggigit bibir bawahku. Baiklah! Ini dia! Gue membuka pintu kamar dan segera meluncur ke bawah. …………………………………………………………………………………… Apartemen Nicole #Raga POV# Bibir Nicole semakin beringas menciumku. Lidah kami berdua saling bertautan dan menari di dalam. Sementara tangan dan jari-jari Nicole mulai menggerayangi batang lolipopku yang menegang kencang dari luar celana. FUCK!! Celanaku terasa sempit sekali!! Gairah libidoku mulai menggelegak. Membakar logika dan akal sehatku pelan-pelan. SHIT!! “Nicole…!!!” desisku dengan nafas terengah-engah. Damn!! She’s such a good kisser!!! “Nic….ole…..” “Mmmmphhh…” Nicole membalas dengan lumatan bibirnya yang semakin menggila. Gue berusaha keras menahan diri di tengah-tengah ciuman panas kami. Tanganku bergerak untuk menghentikan jari-jarinya yang semakin liar dan sekarang mulai membuka ritsleting celana jinsku. FUCK!!! Kepalaku berasa mau pecah karena ledakan gairah yang luar biasa. 5 menit lagi…. pertahananku pasti runtuh total! “NICOLE!! STOP!!” teriakku galak. Kedua tanganku kini berhasil menghentikan gerakan liarnya. Nafas kami berdua tersengal-sengal. Batang lolipopku sudah menyembul keluar dari balik celana. Nicole menatapku dengan tatapan tak berdosa sambil tersenyum lebar. “Maaf, Sayang. Efek hormon…” Gue memutar kedua bola mataku dan cepat-cepat memperbaiki celanaku. Ya, gue tahu ia sedang berbadan dua dan biasanya perempuan hamil memiliki libido seks yang lebih besar dari biasanya. “Ayo..” ajakku sambil menggamit lengannya dan membuka pintu. “Kita sudah terlambat..”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD